DAFTAR ISI (Sembunyikan)
NB : Klik judul puisi dibawah untuk loncat menuju kebagian puisi
NB : Klik judul puisi dibawah untuk loncat menuju kebagian puisi
Puisi Cinta - Sebagai manusia kita tentu pernah merasakan cinta. Menyukai seorang yang membuat kita lupa akan dunia, membuat kita lupa dengan diri sendiri dan selalu memikirkan tentangnya. Selalu ingin memberikan hal terbaik untuk si dia.
Tentu kita juga selalu berpikir untuk melalakukan hal romantis bersama pasangan kita. Entah itu diajak jalan jalan, diberi kejutan atau apapun yang membuat pasangan kita bahagia. Nah salah satu hal romantis adalah dengan memberikannya puisi cinta yang akan membuat hati mereka luluh dengan kata kata puisi yang meluluhkan hati.
Nah, bagi kalian yang ingin memberikan puisi cinta untuk pasangan kalian. Saya sudah menyediakan banyak puisi cinta yang punya banyak tema salah satunya adalah puisi cinta islami, puisi cinta pdkt, puisi cinta rindu dan masih banyak lagi. Berikut adalah kumpulan puisi bertema cinta romantis untuk pasangan.
Baca Juga
Sumber : freepik.com |
1. Puisi Cinta Romantis
Aan
Sayang..
aku merasakan sesuatu
getaran aneh merambat ditubuhku
merayap hingga ke sela-sela pembuluh darahku
dan membuat persendianku kaku
Jujur aku tak mengada-ada
rasa ini benar adanya
tanpa lelucon tanpa rekayasa
tak pernah ku sengaja dan berpura-pura
bercanda menghibur sepimu saja
Sayang..
dirimu nyata menguasaiku
bayanganmu selalu menguntit mengusik ketenanganku
menyusup diam-diam dalam lamunanku
dirimu selalu bermain-main di kala ku tertidur dalam lelapku
selalu saja ada dirimu dalam mimpiku
Sayang lihatlah..
telah ku rangkaikan kata-kata seindah gejolak yang ada
dalam asmara diperapian indahnya cinta kita
seindah kata yang cukup sederhana
yang lahir dari hati dan jiwa
Uuuuuhhhh..
tidakkah kau dengar ungkapanku
ungkapan yang tertulis hanya untukmu
dalam ketulusan jiwa yang resah dalam dadaku
Uuuuhhh...getaran sayang
Puisi Ke 2 : Kaulah Malaikat
Amie Azzahra
Rintik hujan disore hari itu mengawali awal kisah ku bersamamu
Pertemuan itu membuat semua rasa ni menjadi satu
kini engkau dan aku saling memiliki
kini engkau adalah malaikat hati ku
kau selalu buat ku tersenyum ketika ada didekat mu
Wahai kau malaikat hati ku
adakah aku selalu dalam pikiranmu
adakah engkau selalu merindukan ku
seperti aku disini yang selalu menanti kehadiranmu
Puisi Ke 3 : Indah Tak Indah Berkatalah Indah
Aan
Dalam hembusan rasa yang menyibak seluruh tirai
pada gemulai dedaunan kering meranum melambai pilu
ku terjatuh luruh menghiba di hamparan tandus merepih sayu mengaduh
indah tak indah berkatalah indah pada cinta yang perlahan melepuh
Di antara ilalang liar bertebar asa dalam gelisah
pada senja menua yang mengalah berganti musim dalam heningnya malam
kutuliskan coretan lusuh kacau tak indah berkatalah indah atas nama rindu yang melara
Sayang..
perapian itu sekarang suram sukma melayang kacau
pada lembaran daun kering yang kutulis kemarin atas nama rindu
lembaran pun pahit berempedu melara merambah semakin pilu
Duhhhh..
sekiranya selayang kangen itu kembali ada di getar rasaku
kan kutata kata indah yang tak lagi kacau itu karenamu
karena kata adalah kata pelipur sepiku dalam malam kesunyianku
Puisi Ke 4 : Nyanyian Gadis Pantai
Beni Guntarman
O dara, kulihat cinta di matamu menjadi lautan
gedebur ombaknya menggetarkan malam yang sunyi
mengalun dalam ayun gelombang, berputar dalam hembusan angin
lipat gulung ombak hempaskan jiwamu ke bebatuan karang
O dara, betapa luasnya keriduan itu membentang
betapa jauh pengembaraan hatimu mencari sandaran
dalam kesunyian tak berbatas, dalam dera senja yang melintas
segala nyanyianmu tenggelam
Camar-camar yang terbang jauh datang membawa kabar
tentang kapal-kapal yang berlayar dan tenggelam
debur ombak dan buih putih yang memanjang di pantai
bercerita tentang puing-puing yang berserak dalam permainan gelombang
O dara, lihatlah matahari yang bersembunyi dibalik batas cakrawala
dalam kegelapan malam ia memainkan rembulan, memainkan ombak
pasang surfut lautan dalam genggamnya, perahu-perahu berlayar dalam kobaran baranya
beribu burung terbang dalam naung pancaran cahayanya, ia setia menerangi belahan bumimu!
Puisi Ke 5 : Purnama Diatas Samudera
Beni Guntarman
Anganku menemukan langitnya di matamu
matamu bagai bulan purnama bersinar terang
bertaburkan gemerlap berjuta bintang
kesunyianku hilang dikeluasan hamparannya
Aku terbang bagai belilibis liar di langit itu
menempuh keluasannya yang tak berbatas
terus terbang dan terbang mengikuti nyanyianmu
hingga terhenti nyanyianmu di ufuk fajar
Anganku menemukan lautnya di hatimu
hatimu bagai lautan luas penuh gelombang
samudera keinginan tak henti membadai
dengan perahu rapuh aku tenggelam di dalamnya
Puisi Ke 6 : Mengingat Cinta
Rezka Melida Leno Ibrahim
Ketika hari beranjak pagi
Ku buka mata dengan hati suka
Kuhirup udara yang menghidupkanku
Dan satu yang tak pernah luput dari benakku
Dirimu..
Saat cahaya semakin tinggi
Kutatap terangnya langit
Terbesit dalam benakku
Satu nama yang terindah
Dirimu..
Saat hari mulai gelap
Kututup hariku dengan sebuah senyuman
Senyuman yang selalu ada
Saat aku mengingat CINTA
Ketika langit mulai merah
Ku terkesima dengan keindahannya
Hambaran warna yang memukau
Saat itu juga ku ingat satu hal
Dirimu
Puisi Ke 7 : Hampir Dalam Damai
Yaz
Dibawah sang hujan kini aku mampu
Hidup hampir dalam damai
Harapku kau isi hariku penuh warna
Ada pelukmu dalam tawa, canda bahkan air mata
Takkan ku tengok mereka wanita yang merapat disebelahmu
Rasa ini milikmu
Rasa ini buatku kuat untuk menantimu
Karena hati ini satu hanya milikmu dan telah terisi
Cinta ini damai bukan karena rupa
Sayang ini semerbak bukan karena harta
Hanya sebuah rasa gambaran hati
Cintaku hadir dalam ketulusan
Puisi Ke 8 : Cinta dan Kasih
Nila Puspita Sari
Aku mencintaimu bukan karena sesuatu
Aku mencintaimupun bukan karna berharap sesuatu
Rasa dan asaku tulus untuk mu
Tak pernah melihat kekurangan mu
Tak perduli walau kau tak sempurna
Tak kan ku hiraukan sekalipun hidupmu hanya sementara
Aku hanya ingin selalu di sampingmu
Menjagamu di saat kau terluka
Menjadi ke dua tanganmu untuk melukiskan semua ambisimu
Menjadi ke dua kakimu untuk melangkah kemanapun engkau mau
Menjadi kedua matamu untuk melihat di saat semuanya gelap bagimu
Tuhan....
Ijinkan aku selalu bersamanya
Selalu menjadi yang pertama buat dia
Sampe akhir menutup mata
Puisi Ke 9 : Imajinasi
Lucela Lution
Sebuah cinta yang menyapaku.
Senyuman yang peluk diriku.
Walau mungkin engkau tak tahu.
Dan,ini semua hanya harapku.
Walau semua ini,belum nyataku...
Tapi,bahagia selalu hatiku.
Ini masih mimpi dan anganku.
Yang belum engkau tahu.
Mungkinkah,kau nyataku ?.
Atau hanya imajinasiku ?.
Biarkan kau menjadi milikku.
Walaupun,hanya senyumanmu.
Puisi Ke 10 : Kumbang
Oudhi Dwi Ardianto
Bintang jatuh selalu indahkan malam
Teduhnya matamu
Bekukan matahari
Namun terbangmu ada batasnya
Kutawarkan padamu hidup yang lebih baik
Tapi kau terus terbang menjauh dari cahaya
Mendekati gelap abadi
ku tau pasti apa yang kau lakukan
Kau sudah hilang keyakinan pada salah dan benar
Aku hanyalah angin di bawah sayapmu
Sebagai pijakanmu untuk terbang
Terbang menjauh
Kau layak diperjuangkan
Tapi aku selalu salah
Tapi aku selalu kalah
Mencegahmu pergi
Puisi Ke 11 : Dan Biarkan
Franky Yonatan Hutauruk
Dan, kau pun ternyata
Lebih rumit dari matematika ini
Sesuatu berjalan normal sebenar nya.
Dan kau salah, salah.
kau berada di atas nya.
Kau mampu berdiri dan apa?
membuat aku tersenyum kecil.
aku bahagia, saat itu.
seketika apa? kau pun tau !!
Katakan dalam mu.
kalau kau memang sayang dan cinta juga.
kejar, dalam lari kecil mu sayang.
kalau memang ingin menggenggam.
Jujur aku lelah.
Yakin kan aku, dan tersenyumlah.
aku dan pulpen ini pun tau.
mungkin, kau juga.
aku sangat dan terlalu mencintai mu, sayang
Dan apa?
hapuskan kan lah kalau memang itu bukan darimu.
dan kemudian aku coba, untuk bangkit.
dari rintihan ku saat ini
Puisi Ke 12 : Mencintaimu
Ayu Lestari
Mencintaimu sederhana saja,,,
Tidak perduli miskin atau kaya,,,
Tidak perduli akan rupa,,,
Ingin tetap bersama,,,
Mencintaimu sangatlah mudah...
Jika kita saling cinta...
Mencintaimu sangatlah indah...
Karna dirimu layak dicinta...
Setiap detik,setiap menit,setiap waktu,,,
Aku selalu memikirkanmu,,,
Sehari tanpa bertemu...
Aku selalu merindukanmu...
Cintaku dan cintamu...
Memanglah harus menyatu...
Walau banyak yang ragu...
Sungguh aku cinta kamu...
Puisi Ke 13 : Mencintaimu Bukan Karena Sesuatu
Nayla Puspa Sari
Aku mencintaimu bukan karna sesuatu
Aku mencintaimu bukan karna berharap sesuatu
Rasa dan asaku tulus untukmu
Tak pernah melihat kekuranganmu
Tak peduli walau kau tak sempurna
Tak peduli walau hidup mu hanya menghitung waktu
Ak hanya ingin selalu di sampingmu
Menjgamu di saat kau terluka
Menjadi kedua tanganmu, saat tuhan ambil itu semua dari hidupmu
Menjadi kedua kakimu,untuk melangkah kemanapun engkau mau
Menjadi kedua matamu untuk melihat di saat semuanya gelap bagimu
Tuhan.....
Ijinkan aku selalu bersamanya
Selalu menjadi yang pertama saat dia membuka mata
Selalu jadi yang pertama saat dia butuh tempat untuk bersandar
Tuhan....
Aku begitu takut kehilangannya
Begitu takut meluhat dia sakit
Begitu takut melihat dia menangis
Tuhan
Sempurnakanlah hidupnya dengan seluruh hidup yang aku punya
Puisi Ke 14 : Putri Kecil Yang Cantik
Dewi Nurbaiti
Darimu aku memahami,
Bahwa cinta tak melulu soal bahagia
Bahwa cinta tak selalu soal suka cita
Bahwa cinta bukan selalu harus bersama
Dan bahwa cinta tak berarti hanya soal dunia
Darimu aku belajar bahwa,
Kehilangan adalah bagian dari cinta
Kesedihan adalah bagian dari cinta
Dan air mata adalah bulir-bulir cinta yang sesungguhnya
Aku tau benar kamu pasti bersedih karenanya
Karena cinta yang sudah tak kasat mata
Karena cinta yang pergi begitu cepat
Karena cinta yang pergi selamanya
Tapi cinta itu akan selalu tetap ada
Senyummu mengajarkan aku bahwa yang pergi bukan untuk ditangisi.
Bahwa yang pergi tidak sebenarnya pergi.
Karena yang pergi sesungguhnya masih ada disini, di hatimu yang suci.
Kesahajaanmu mengajarkan aku bahwa hidup harus terus berjalan,
karena dunia akan terus berputar.
Ketulusanmu mengajarkan aku tentang makna besar arti sebuah kehilangan.
Tidak pernah menangisi yang hilang, karena sesungguhnya ia tidak hilang.
Ceriamu mengajarkan aku tentang rasa indah walau dalam kesendirian.
Mengajarkan aku tentang arti perjalanan panjang yang butuh ditapaki dengan senyuman.
Perjalanan panjang yang masih harus kau tempuh,
dengan cinta tersisa yang akan selalu menemani.
Berdua menjadi sahabat sejati.
Pijak tegak kaki mu mengajarkan aku bahwa sesungguhnya rasa kehilangan bisa ditutupi dengan senyuman.
Dan kini,
Sudah meniti hidup dengan keikhlasan yang nyata.
Sudah meniti hidup dengan ketegaran yang bukan sekedar ucapan.
Sudah meniti hidup dengan suasana hati yang luar biasa tegar.
Kisah harumu,
Kasih setiamu,
Kisah kasihmu benar-benar menginspirasiku.
Puisi Ke 15 : Ayat ayat Senja
Sajak Utoy Albatawie
Langit berwajah keemasan berkaki merah
Berkepala awan kelabu bertubuh sepi
Akan menemui malam hampir tenggelam
Memeberi cahaya pada kaki langit
Berpendar dipelukan mata insan
Orang-orang menyudahi sawah dan ladang
Menentang kembali wajah bekal
Melangkah menuju lorong setapak
Menanti malam diperjalanan malam
Sementara itu lari bocah-bocah terlukis gelisah
Mendengar pembukaan suatu desa
Tak kecuali kedai-kedai mulai sepi
Menutup penjamuan pendatangan
Burung-burung berlalu dari mata
Sebab senja tumbuh ayat disetubuh
Segala jalan hening satu langkah mengalir
Perahu-perahu dibibir samudra
Puisi Ke 16 : Malaikat Kecil Itu
Dewi Nurbaiti
Aku mengajakmu masuk ke dalam hati dan jiwaku.
Aku bahkan tidak mengenalmu.
Bagaimana bisa aku melakukan hal ini hanya untuk menyenangkanmu?
Jawabannya singkat, setiap orang layak untuk menerima cinta tanpa syarat.
Sentuhan tanganku yang mendarat di pipimu adalah ajakan sayangku agar kau mau menatapku.
Cukup tatapanmu, karena mampu meluluhkan hatiku dan membuat aku percaya bahwa kamu mau menjadi temanku.
Teman kecil yang hanya berani menatap dan teman kecil yang hanya berani tersenyum simpul.
Entah fenomena macam apa ini, tiba-tiba aku menyayangimu.
Tidak pernah ku pertaruhkan bahwa cintaku lebih baik, putih dan tulus.
Tapi berani ku katakan bahwa bening tak ada syarat untuk aku menyayangimu.
Menjadi teman di kejauhan dan mengajaknya masuk ke dalam dongeng luar angkasa.
Terlihat tak beda dengan daya khayalku yang terlalu tinggi.
Tidak benar jika dikatakan ini tak berguna dan hanya mencari perhatian saja.
Ini berguna, karena hati yang sudah tergerak tanpa bicara.
Ini tak butuh perhatian siapapun, karena hanya satu garis yang ku bangun, antara aku dan kamu.
Cerita pertemuan pertama akan menjadi kenangan yang terus menemani sepanjang hari-hari berikutnya.
Pengharapan pada pertemuan ke dua atau selanjutnya hanya menjadi cita cita yang terlalu tinggi diigantungkan.
Sentuhan fisik yang ku rasakan begitu kuat, hanya masalah perasaan ibu dan anak.
Ini bukan masalah siapa dengan siapa.
Siapa yang jatuh cinta.
Siapa yang butuh dicinta.
Dan siapa yang memang sedang mencari cinta.
Tapi ini adalah masalah perasaan yang tumbuh dengan baik, tanpa pupuk dan siraman air.
Perasaan yang telah mampu hidup hanya dengan sinar matahari, guyuran hujan dan getaran halilintar.
Sementara pelangi hanya menambah keindahan.
Perasaan yang telah mampu hidup tanpa perlu apa-apa.
Akan terus hidup dengan keadaan pun bagaimana.
Perasaan yang akan tumbuh semakin indah dengan tanpa apa-apa.
Tidak ada variabel.
Karena cinta ini, tanpa syarat.
Putri Kecil yang cantik.
Malaikat kecil yang luar biasa.
Puisi Ke 17 : Takkan Mendendam
Leo Christianto
Takdir yang telah mempertemukan kita
Di dalam sunyinya kengerian malam
Saat sepi datang menghampiri
Tiada tempat tuk sembunyi
Rona merah pipimu
Menyiratkan beribu pilu
Saat kerinduan datang mengganggu
Perlahan menipu janji ¨C janji palsu
Tak datang luka yang menyakitkanmu
Yang menghapus semua mimpi
Tapi tak mengubahku
Dan biarkan dia kembali
Di sisimu
Di sisimu selalu
Ku akan pergi menjauh darimu
Dengan senyuman yang menghiasi wajahku
Dan takkan sakit rasa hatiku
Karena haruskah aku mendendam
Jika ku lupakan, sesuatu yang seharusnya tak ingin aku lupakan
Perlahan kan mengalir
Dan biarkan sajak sunyi
Menghiasi imaji
Puisi Ke 18 : Rentetan Bait
Nada Itahsiro
Rasa itu muncul tiba-tiba
Terkesan menyiksa jiwa
Meski tak berawal indah
Tapi ku siap sambut hari cerah
Cinta yang teramat malang
Bagaikan sebuah arang
Hitam, terbakar oleh api
Biarlah terkubur dalam hati
Kau pompa jantungku dengan pesonamu
Kau ciptakan fantasi indah lewat perilakumu
Kau biarkan intuisiku tak tentu arah
Dan akhirnya kau gores hatiku dengan sebuah kisah
Kau sirami rasa yang tandus
Dengan tatapan tulus
Kau perban luka-luka ini
Dengan senyuman penuh arti
Puisi Ke 19 : Malaikat Hatiku
Nadya Pamela Nababan
Hanya kau yang mampu membuat senyum dibibirku
Kau mampu merubah segala yang ada pada diriku
Tangis menjadi tawa, tawa menjadi sedih, bimbang menjadi yakin, bahkan yakin menjadi percaya
Kurasa kau yang kucinta
Ingin rasanya aku memilikimu seutuhnya
Bersamamu selamanya
Menikmati indahnya dunia bersamamu
Kau seperti malaikat dihatiku
Aku mohon kepadamu
Jangan tinggalkan jiwa yang rapuh ini
Jangan hancurkan harapan yang telah ku tanam
Dan jangan nodai cinta putihku
Puisi Ke 20 : Tak Sanggup
Funks Putra Virgo
Berada di dekat mu,,,Hati ku bahagia,,,
Berjauhan dengan mu,,Jiwa ku tersiksa,,
Tanpa mu,,hidup ku terasa hampa..
Tanpa cinta mu,,hati ku terasa kosong..
Dengan cahaya mu
Ku mohon kasih..bawalah aku menuju
Ke syurga cinta mu,,
Agar aku bisa merasakan kebahagiaan
Yang berkekalan bersama mu..karna..
Sesungguhnya hati ku ini tak kan pernah
sanggup
Tuk berpisah dengan mu!!!
Tetaplah di sini..rangkul aku dengan pelukan
Mu..untuk selamanya-lamanya..
Puisi Ke 21 : Kehadiranmu
Funks Putra Virgo
Dunia begitu indah ku rasakan
Di saat hadirnya diri mu..di dalam hidup ku
Rasa sepi yang selalu menyiksa hati..
Kini telah terusir..lalu..terganti dengan rasa
Bahagia
Kasih..
Salahkah diri ku di mata mu
Jika..ku terlalu mencintai mu..?
Salahkah diri ku..bila semua rasa
Cinta ku..ku lapaskan hanyalah untuk
Mu seorang..?
Bersama cinta dan kasih sayang
Ku taruh sebuah harapan.!!!
Semoga cinta kita bisa tuk saling
Memiliki..hingga nanti dan sampai
Mati
Puisi Ke 22 : Anugerah
Funks Putra Virgo
Tak pernah aku berpikir
Akan mempunyai sang pujaan
Hati yang secantik diri mu..seanggun
Wajah mu,,
Rasanya bagaikan sebuah mimpi
Yang tak begitu pasti,,tapi,,!!!
Adakalanya Aku sadar akan hadirnya
Diri mu di dalam hati ku,,
Yang kini telah menjadi inspirasi
Hidup ku,,!!!
Dinda,,,!!
Mencintai mu adalah anugerah
Yang sangat terindah,,,kau takkan
Pernah ku sakiti..apalagi meniggalkan
Diri mu..karna..aku terlalu sangat mencintai
Mu..!!
Puisi Ke 23 : Cerita Cinta Diatas Putih
Lutfi Lazimah
Tertulis cinta di atas putih
Disana tergores indah tinta cinta
Ku biarkan inspirasi cinta ku masuk ke sana
Ku ingin menggoreskan tinta cinta untukmu dihatiku
ku ingin menjadikan dirimu tinta permanen di hatiku
yang tak kan pernah bisa di hapus oleh apapun itu
sekalipun itu hujan
Hingga pada akhirnya kabut senja telah membawamu pergi
Pergi untuk menjadi cahaya yang lebih indah
Cahaya yang menyinari setiap sudut gelap di hatiku
Cinta....
Dirimu bagaikan rembulan malam
Menggantikan tugas sang pemberi harapan di siang hari
Menggantikan rasa sedih ku untuk menjadi rasa bahagia
Cinta...
Ku ingin berkarya di hatimu
Memandu cinta dengan deretan puisi indah yang ku tuliskan
Dengan inspirasi cinta darimu
yang membuat diriku mampu untuk menuliskan abjad demi abjad namamu.
Puisi Ke 24 : Kaulah Permataku
Funks Putra Virgo
Sayang,,!!
Andai saja kau suruh aku memilih
Antara permata dengan diri mu..
Tentu aku akan memilih mu..karna
Bagi ku..kau adalah segala ¨Cgalanya
Kau adalah permata ku,,
Yang selalu memberikan cahaya
Di saat kegelapan datang menyelimuti
Kehidupan ku¡
Sayang,,!!
Kau takkan pernah tergantikan
Selamanya kau akan selalu
Bertahta di dalam istana jiwa ku
Karna,,hanya diri mu lah yang mampu
Melukiskan keindahan di dalam
Kehidupan ku..
Puisi Ke 25 : Katak Mencari Hujan
Ahmad Azhar
Anganku menjulang tinggi
Menggapai asa, menyentuh putih mega
Berselendang senja
Hitamku pun mereda
Tersiram radiasi cinta nirwana
Kutatap eloknya
Habis miskin anganku kering
Menguap oleh hawa panas matahari cinta
Dadaku sesak..
Jantungku bedegub mendesak..
Terkesiap menyaksikan indahnya
Pesona yang membakar bara jiwa
Anganku pun melayang tanpa batas
Ketika saksikan raga bersenandung tanpa balas
Diri ini berpeluh kesah
Berteman guratan bait-bait puisi asa semu
Menanti kumulus berkumpul jadi kumulo-nimbus
Menanti turunnya hujan di tengah kemarau cintaku
Wahai engkau mega!
Anganku mungkin terkesan gelap padamu
Namun citaku putih, seputih wajahmu
Wahai mega si gumpalan awan
Andai dirimu tahu...
Aku padamu laksana katak di tengah kemarau panjang
Acap menoleh padamu, harapku engkau telah dirudung hitam
Wahai engkau mega si awan kumulus
Dengarlah bait sandi-sandi puitisku...
Dengarkan dan Ajarkan padaku...
Ajarkan cara turunkan hujanmu,
Tanpa perlu meng-asa mendung hitamkan putihmu
Wahai engkau mega di langit nan tinggi
Tengoklah padaku
Tolehkanlah senyum indahmu itu
Dan, tataplah... kumohon...
Lihatlah aku, katak buruk rupa ini berada di bawahmu
Mengharap dan selalu berharap,
menunggu hujan dari hatimu kan banjiri kolam kosong di hatiku....
Puisi Ke 26 : Aku Kamu
Uswatun ni'mah
Lembut udara menyapa.
menatap sinarmu.
Aku tersenyum.
Cuma Kamu,hatiku.
Hati bergetar .
jantung berhenti.
tangan hangatmu,menggenggamku.
Cinta...
Cerita kita.
abadi.
terjaga waktu.
jauh Dari raga.
dekat dengan sukma.
Untuk Kekasihku
Puisi Ke 27 : Bintang Kecil
Anisa
Kau lah yang menaruh bintang kecil
Dalam hati dan jiwa ku
Kau tak pernah meninggalkan aku
Mungkin sesaat aku tak melihat mu
Dibawah sinar matahari
Tetapi ketika sampai malam tiba
Kau slalu disana menjelma
Sebagai pelita sang malam
Dan dibawah lorong yang gelap dan tersunyi
Kau hiasi dengan bintang-bintang kecilmu
Kekasih kau lah bintang sejati
Dalam hidup ini tak pernah henti
Menerangi jiwa ku yang hampa
Dan kau tak henti pula berkelip
Dalam langit hidup ku..
Kau hiasi dengan tawa, tangis dan canda mu
Disetiap langkah hidup ku
Cinta TRIKASIH untuk segalanya....
Puisi Ke 28 : Sahabat Tersayang
Agung
Bagai mimpi tak bertepi,
Bagai hina menjadi cinta,
Bagai lautan takut kehilangan rasa,
Bagai kusing takut lautan
Rasa yang dulu layak teman
Kini berubah menjadi rasa tersayang
Tak ubahnya bunga mekar dalam genggaman
Ya Tuhan..
Getaran ini kini mlai berkecamuk dibenakku
Getaran rindu mulai membisik batin ku
Getaran sayang tak mampu aku bendung
Hanya karna dia sang sahabat yang aku sayang.
Puisi Ke 29 : Jangan Pernah Lupakanku
St. Fajriah
Sayangku... Aku tidak ingin berpisah denganmu
Aku ingin selalu ada disampingmu
Walaupun disaat senang ataupun sedih
Aku ingin bahagia bersamamu selalu
Aku berharap kita dapat bersatu
Sayangku...
Aku akan ada disampingmu walaupun kita jauh
Dan mungkin ada yang tidak suka jikalau kita bersatu
Tapi aku yakin kita akan tidak akan terpisah
Sayangku...
Aku akan ingat tentang janjimu itu kepadaku
Kita tidak akan pernah bohong walaupun itu membuat orang lain kecewa
Aku akan jujur kepadamu karena aku tau hubungan kita akan baik- baik saja,,
jika kita jujur satu sama lain
Puisi Ke 30 : Tentang Cinta
Lisna
Ketika manusia terluka karna cinta
maka cinta pula yang dapat menyembuhkannya
Keindahan warna pelangi tak akan ada tandingannya ketika mereka merasakan jatuh cinta
Dan ketika merasakan patah hati
yang terasa hanya seperti awan mendung yang menyelimuti langit dan enggan tuk berpindah
Mereka yang jatuh cinta sedikit kata pujian membuatnya terbang melayang
Tapi mereka yang patah hati kata yang mungkin biasa saja bisa berubah menjadi pisau yang menikam hati da sangat menyakitkan
Cinta.....
Cinta ibarat coklat
Karna gak selamanya coklat itu manis
2. Puisi Cinta Islami
Trie Andari Hilary Saragi
Ketika gerimis menabur benih
Raja malam dan bintang saling pagut
Oksalat di gegana terasa asin
Papakerma diserap pawaka
Pawana beradu dengan pawaka
Menggelora suasana padang
Purnama melukis huruf dengan cahaya
Menyambut pangestu dari sang khalik
Kita duduk bersimpuh di depan sayidina
Merangkai bait suci ijab kabul
Ofiisil menjadi padmi hayatmu
Randuk bahterai rumah tangga
Pakarina rajul impianku, menopengi beban baru
Sebagai ramanda untukku dan banimu
Di padmasana filantropi mengembara untuk selamanya :)
Puisi Ke 32 : Adam dan Hawa
Leo Christianto
Kita berdua hanya manusia
Dari jenis yang berbeda
Engkau pria aku wanita
Tapi tercipta untuk bersama
Kita mencinta dan dicinta
Kita berdua tiada sama
Namun cinta satukan kita
Karena cinta kita bersama
Memadu kasih sumpah setia
Dalam keagungan maha pencipta
Kita mencinta untuk bahagia
Menghibur perih lenyapkan luka
Tiada aku engkau merana
Tiada engkau aku tersiksa
Tuhan pencipta satukan kita
Dalam cerita adam dan hawa
Engkau berkorban sedari dulu
Tulang rusukmu tercipta aku
Walaupun maut pisahkan kita
Dalam taman surga kita bersama
Tiada tangis
Tiada duka
Kau dan aku untuk selamanya
Puisi Ke 33 : Islamkan Cintaku
Ade D Surya
Aku temukan ketenangan disela jarimu
Begitupun kehangatan
Aku temukan arah lurus
Dari setiap kata yang terlontar dari kedua bibirmu
Aku temukan keindahan dihijbamu
Yang membuatmu lebih indah dari yang terindah
Jadi biarkanlah aku mengimamimu
Mencarimu dengan niat
Memacarimu dengan Bismillah
Dan meminangmu dengan doa
Biarkan kita menyatu karena sunnah
Dan mencinta karena Alloh
ANA UHIBBUKI FILLAH
Puisi Ke 34 : Wanita Pesantren
Readi Afandi
Assalamualaikum saudariku;
Ternyata, dari sekian pertemuan yang berawal dari pesan
Masih juga menyisakan rindu
Kau kembali hidup dalam dekapan kitab-kitab yang menyejjukkan
Meski kabarmu menghilang
Masih aku sisakan perhatian untukmu sebelum menjelang malam
Assalamualaikum saudariku;
Aku terbangun dalam lelap karena panggilanmu yang menyayat
Bisikan syahdumu membuatku tahu arti berharap
Kau bukan sekedar melati
Kau pulalah embun pagi yang berkilau dibawah seruan mentari
Assalamualaikum saudariku;
Sengaja aku merangkul mawar segar di tangan kanan
Sebagai uluran pertama saat nanti kau kembali dalam pelukan
Bercanda lagi meski angin tak menyisakan kisah sedikitpun
Namun, aku mnyimpan senyuman antara kau dan ketenangan
Assalamualaikum Saudariku;
Disini aku menunggu kembalimu seperti kemaren itu.
Puisi Ke 35 : Menunggu Kekasih Halalku
Dewi Puspita Az-zahra
Di malam yang sunyi ini
Ku menunggu kehadirannya
Sesosok pria yang aku dambakan
Dan yang kau ridhoi
Ku harap cinta suci yang tulus dari hatinya
Ku tak inginkan ada penghianatan lagi
Aku lelah aku cape dengan semua itu
Aku inginkan kebahagiaan
Tuhan,,
kirimkan aku seseorang yang bisa buat ku bahagia
seseorang yang bisa buat ku lebih dekat denganmu
yang bisa menjadi imam yang baik buat ku
Ya rabb,,,
aku disini masih setia menunggu
menunggu hadirnya pria itu
pria yang entah tau siapa
semua hanya engkau yang tau,,
Ku yakin engkau pasti kan berikan yang terbaik buat ku
Puisi Ke 36 : Ayat Cinta Darinya
Afrida Ningsin
Hati ini kembali bergetar
Saat dia menjadi imam dalam sujudku
Tidak dapat dipungkiri lagi
Ku menginginkan hal ini Ya Allah
Tuntunlah kami pada garis takdir
Pada jalan hidup yang Engkau ridhoi
Tiap ayat yang ia lafalkan
Menjadi penyejuk jiwa yang kering ini
Tiap doa yang ia panjatkan
Menjadi penawar dalam keputusasaan ini
Tasbih dan tahmid yang menggema
Kembali menyusun kepingan hati
Untuk bisa menuju ke muara cintaMu
Puisi Ke 37 : Untukmu, Jemputlah Aku
Aziziyah M.
Fatamorgana cinta yang bertasbih
Akankah sengaja disimfonikan
Izinkan hujan membawa lamunanku malam ini pada-Nya
Rintiknya yang merdu mengantarkan
Untaian doa yang sederhana
Zahir rana keraguan
Alur cinta ini tak pernah bermuara
Aku di atas sajadah ini dalam lamunan hujan
Mengharap kau menjemput dalam pintaku pada-Nya
Rindu dan cinta melukiskan piluh
Obat di hari senja yang kelabu
Zakia cinta yang tertanam
Inginkan dirimu dalam ikatan yang sempurna
Puisi Ke 38 : Sajak Tak Bertuan / Sepertiga Malam
Tri Astuti
Di sepertiga malam kuterbangun dari tidur lelapku
Kugoreskan tinta diatas selembar kertas kosong
Kutuangkan untaian kata-kata indah dari kalbu yang paling dalam
Penaku menari lincah diatas kertas cinta
Tiba tiba sesosok bayangan menghampiriku
Membisikkan syair cinta yang penuh gairah
Kutebarkan pandangan keseluruh ruangan kalbu
Kudapati taburan kata-kata cinta dari sang pujangga
Kurangkai satu persatu hingga kumiliki sajak cinta penuh makna
Disepertiga malam aku terbangun dari tidur lelapku
Telah kudapatkan sajak cinta untukmu
Dan akan kupersembahkan hanya kepadamu
Kuulurkan kertas cinta dengan harapan akan menjadi sajak kita bersama
namun tiba-tiba angin berhembus kencang
Kau terlepas dari genggamanku dan tak mampu aku menangkapnya
Terbang jauh dan tak tahu dimana akan berakhir
Atau bahkan tidak akan pernah berakhir
Sajak kita akan menjadi sajak tak bertuan selamanya
Namun akan kuramu dalam do'a-do'a dalam sepertiga malamku..
Puisi Ke 39 : Cinta dan Penantian
Annie Zulaikha
Sayang...
Aku selalu menunggumu...
Setiap saat...
Dan waktu-waktuku hanya memikirkanmu
Melihat bayanganmu ketika kau meninggalkanku
Tuk memenuhi tanggungjawabmu padaku
dan permata hatimu...
Serasa bagai seminggu aku tak bersua denganmu
Aku selalu merindukamu beb...
Selalu ingin menjamumu...
Menyediakan berbagai keperluanmu...
Menjadi pelayan terbaikmu...
sampai kau bosan dan jemu padaku...
tapi aku tak menginginkannya
Sayang...
Matamu yang teduh...,
wajahmu yang bening
perilakumu yang penuh cinta kasih
tutur katamu yang santun
hatimu yang lembut
akhlakmu yang terpuji...
senyummu yang buatku bahagia...
kesabaranmu padaku...
kau beriku peringatan demi peringatan tuk tetap dalam relNya
kau yang selalu bimbingku tuk setia pada Quran dan sunnahNya
kau telah menjadi ladang amal buatku untuk beribadah beb...
kau pun selau mengajakku tuk beramal soleh
itu....
telah mengurai semuanya tentang dirimu
Namun...
Kenapa ?
cintamu... tak bisa terdeteksi olehku
Namun... kenapa ?
rindumu pun tak bisa kuteropong oleh teleskop tercanggih manapun
Namun kenapa ?
kasihmu... pun tak bisa kuukur dengan mistar atau apapun itu
Sayang...
Walaupun kutau kau begitu
aku tetap seperti dulu...
mengharapkanmu mejadi imam dalam biduk cintaku
merajut hari2 bersamammu...
senang, susah, menangis tertawa...
menikmati setiap rasa yang berbeda..
begitu indah dan bahagianya...
mendampingimu....
menjadi belahan jiwamu...
Sayang...
walau tak jarang pula aral melintang menghalanginya
aku berdoa pada Sang Pemberi Hidup...
kebaikan atas dirimu dunia dan akhirat...
keselamatan atas dirimu dunia dan akhirat...
kesehatan atas dirimu... jiwa dan raga
dipanjangkan umurmu
sampai kau dan aku menua bersama...
berjuang di jalan Allah bersama
hingga Allah menutup usia kita
dengan husnul khotimah
3. Puisi Cinta Sedih Menyentuh Hati
Puisi Ke 40 : Kau Tak Tahu
L. Rahmat Hidayat
Hening...
Ketika desiran angin malam membelai wajahku
Ku terdiam sejenak dalam lamunan
Tentang cinta yang kian hilang
Aku tahu...
Kau tak pernah inginkan aku
Aku tahu...
Dan aku selalu tahu
Andai kau tahu
Rasa ini tak pernah padam dalam jiwaku
Rindu ini begitu menyiksa batinku
Cinta ini seakan membunuhku
Tapi...
Kau tak pernah tahu
Puisi Ke 41 : Cinta Yang Tersembunyi
Chii Ammu
Ku sadari rasa ini mendalam ketika kau pergi tak bersamaku..
Sungguh aku merindukanmu..
Memimpikan kehadiranmu dalam lelapku..
Aku ingin kau kembali dalam kisahku..
Andai kau tahu apa yang ada dalam hari-hariku ..
Aku memikirkanmu yang bukan siapa-siapa lagi..
Tanpa sadar menyebutkan namamu dalam cerita..
Tak mampuku berkata tentang rasa ini..
Hanya kebisuan yang dapat terungkap..
Cinta yang tersembunyi..
Cinta yang tersembunyi dalam hati..
Ku ingin kau tahu hal itu..
Hal cinta yang ku simpan atas namamu..
Ku ingin kau adalah cinta terakhirku..
Puisi Ke 42 : Tersatukan
Leo Christianto
Kau yang terindah dalam duniaku
Biar kusimpan cintaku padamu
Walau tak terucap
Namun biarkan tersirat
Dan izinkan hatimu menyiratkannya
Atas rasa manusiawi dalam diri
Agar tiada iri dengki
Karena itu jahat
Karena itu buruk
Cinta memberi kekuatan
Takkan pernah terhalang
Takkan lenyap ditelan waktu
Maka jangan biarkan terbunuh
Karena cinta kitapun hidup
Dari hati dan rasa yang tersatukan
Puisi Ke 43 : Cinta
Ameliya Sadevi
Cinta yang tak pernah ku tahu
Kapankah Ia akan datang dalam hidupku
Hadir Mengisi relung hati yang sepi ini
Hingga hadir seseorang yang mengantarkan cinta padaku
Mengikuti langkah demi langkah hidupku
Membuat ku tersenyum, Membuat ku tertawa indah
Membuat ku tak ingin jauh darimu
Dirimu yang hadir membawa seikat cinta untuk ku
kau titipkan rasa mu kepada ku
Janji hati yang selalu ingin bersama
Tak ingin terpisah oleh waktu dan ruang
Membuat cerita cinta, yang kan kita kenang selalu
Puisi Ke 44 : Harapan Hampa
L. Rahmat Hidayat
Di sudut malam
Kini ku rindukan dirimu
Rindu akan senyum, tawa
Dan segalanya tentang dirimu
Namun apalah dayaku
Dengan keterbatasan Aku mencintaimu
Tak pernah bisa menjadi seperti yang kau mau
Bagai sang bintang yang merindukan mentari
Mata ini ku tutup
Masih memandang langit malam
Dengan harapan hampa
Untuk memilikimu...
Puisi Ke 45 : Kembalinya Dirimu
Therry Yuvetha
Kau telah kemballi...
Kau dalam perjalanan menuju ke pelukan ku lagi . . .
Engkau berkata telah Menyadarii ...
Ku lambaikan tangan ku untuk menyambutmu
Ku arahkan bola matta ku kepadamu
Ku teteskan air mata haru bahagia ku ,akan
Kembalinyaaa cintaa mu !!
Jangan pernah berubah.. untuk ttp mencintai q
Aku pun berjanji .. akan tetap mencintaimu
Kuingin _membangun bahtera b¡¯sama mu
Impian ku _adalah dampingi mu di setiap waktu.
Tersenyum dengan kalimat sayang mu.
Serta semangaaat .. . di sela hari hari ku.
Bahagia ku bila bersama mu & hanyaa karna mu
Puisi Ke 46 : But Love
Dedy Bhewoq Setiawan
Cinta
Adakah secercah harapan yang kau titipkan untukku
Adakah sekeping hati yang bisa aku singgahi
Cinta
Adakah segenggam mimpi yang bisa kau simpan untukku..
Agar kepingan ini bisa bersatu kembali.
Setelah hancur berkeping-keping..
Cinta¡
Hidup terasa hampa tanpamu..
Raga ini terasa hancur
Bagai puing-puing bangunan
Yang berserakan tanpa sentuhan kasihmu..
Cinta¡
Setiap orang selalu memanggil namamu
Setiap orang selalu membutuhkanmu
Setiap orang berusaha menggapaimu
Cinta¡.
Mengapa ada saja yang selalu mengganggumu
Mengapa ada saja yang selalu mempermainkanmu
Merayumu, membuaimu..
Kemudian mencampakkanmu..
Cinta¡
Engkau terlalu indah untuk disakiti
Engkau terlalu berharga untuk dipermainkan
Engkau terlalu sempurna untuk dicampakkan.
Cinta¡
Jadilah engkau bak mutiara dilautan
Yang selalu bersinar
Memancarkan cahayanya yang berkilauan
Walau engkau berada dalam lumpur yang paling dalam.
Puisi Ke 47 : Aku Kamu Satu
Titis
Setiap hal yang membuatku resah ku harap kau baik
Tanda tanya dalam jiwaku lepaskan
Kini kuberjalan sendiri disini menanti kau
Pengharapan dan doa ku sandarkan pada illahi
Cinta ini adalah resapan jiwa hati yang terindah
Kau sebuah anugrah dari Robbku
Buliran piluku jatuh menatap luas laut yg terhempas
Aku belajar dari mu
Kita sama sama menitih lembar yang baru
Doda yang dulu pekat kini memudar
Senja itu membuatku termenung
Kesetia iktan kita teruji
Saat ruang dan waktu membelah rasa
Rasa ini biarlah kau dan aku yang tahu
Merka tak perlu tahu susahnya kita menjaga
Karna aku kamu satu
Puisi Ke 48 : SIRNA
Vodjand
Telah kusemai benih-benih cinta yang suci
Aku harap akan tumbuh batang
Berakar gagah memeluk perut bumi
Tak goyah ketika digoda angin petaka
Saban hari kusempatkan waktu
untuk menjaga
Dan membina
agar nampak setara ?
Namun, belum menjadi
apa yang kuhayalkan
ranting belum menjadi cabang
akarnya pun menjadi usang
Putik belum lagi bertangkai
dahannya patah daunpun terurai
Lalu musnah
Perlahan-lahan
Puisi Ke 49 : Hanya Kamu Ku Mau
Hendra Kurniawan
Inilah ingin hatiku
Impian hidupku
Kebahagianku
Harapanku
Hanya kamu . . .
Hanya cinta kasihmu
Yang ku mau hanyalah dirimu
Kamu adalah pelabuhan terakhir cintaku
Semoga kamu sadari
Tahu apa yang ku rasa
Apa yang aku ingin saat ini
Hanyalah bersama dirimu
Setiaku hanya untukmu
Kamu adalah yang terakhir mengisi hatiku
Walaupun kamu bukan yang pertama
Tapi aku ingin kamu menjadi yang terakhir dalam perjalanan cintaku
Puisi Ke 50 : Senja, Ku Nanti engkau Berpulang
Kepikona
Pada tiap senja yang berpulang
Engkau ada disana
Telah ribuan kali aku putar ulang
Kau dan aku dalam maya nan fana
Juli yang basah adalah awal bagiku
Dan Januari yang hangat adalah awal bagimu
Meski bunga yang sempat mekar
Kini telah layu
Kusampaikan padamu
Merahku tetap berwarna segar
Ambillah senyum dan waktu dariku sebanyak yang engkau mau
Karena mungkin esok 'kan takkan ada
Dan biarlah, biarlah hujan di lekuk rembulan milikku ini bebas
Biarlah pelangi di milikmu terus memeluk
Dia yang engkau tanpanya bagai puisi tak bermajas
Puisi Ke 51 : Kebahagiaanmu Untukku
NN
Tak sanggup aku menahan air mata ini
untuk tangisi kedua orang tuaku
yang selama ini tak pernah putus asa
menjagaku dan memberi kasih sayang
Hingga aku tumbuh besar menjadi dewasa
aku bangga terhadap mu ayah dan ibu ayah dan ibu tak pernah lelah
memberikan kasih sayang untuk ku
Kau berikan kebahagiaanmu untukku
walaupun aku selalu nakal dan membantahmu
dengan sikap egoisku
tetapi ayah dan ibu selalu sabar
Sedikit demi sedikit kalian menasehatiku
memberikan kasih sayang kalian untukku
karena aku sadar
kebahagiaan kalian adalah kebahagianku juga
Tak seharus nya aku nakal dan membantahmu
dan egois kepada kalian
karena kasih sayang ayah dan ibu tak terhingga
dan tak ternilai oleh ribuan uang
Patut untuk mensyukuri nya
karena allah
masih memberikan orang tua
yang lengkap untukku
Puisi Ke 52 : Cinta Adalah Sebuah Kesalahan
Sinai
Cinta adalah sebuah kesalahan
Datang membawa rindu
Pergi meninggalkan luka
Sakit hati ini,remuk jantung ini
Mencintai namun tidak dicintai
Menyayangi namun tidak dikasihi
Apakah pantas dikatakan sebuah cinta
Karena cinta adalah sebuah kesalahan
Jiwa ini salah menilaimu
Hati ini ragu mencintaimu
Jantung ini bimbang menyayangimu
Raga ini tak pantas memahamimu
Cinta adalah sebuah kesalahan
Manisnya hanya dibibir saja
Pahitnya sulit ku telan jua
Namun kupasrah untuk melepasmu
Puisi Ke 53 : Jauh Hingga Ke Dasarnya
Leo Christianto
Benarkah ini waktu yang tepat
Kau biarkan aku percaya
Bahwa suatu hari nanti kau akan ada untukku
Saat bintang bintang bersinar
Ketika kebingungan melanda dirimu
Tak dapat kutunjukkan perasaanku
Dan akhirnya akupun menunggu
Dalam bayangan kelam yang menghiasi hatiku
Namun selalu saja waktu yang tak pernah tepat
Hingga suatu hari aku berhenti peduli
Dan mulai melupakan
Mengapa aku mencoba dengan begitu kerasnya
Dan akupun menghilang jauh ke dalam kegelapan
Dan saat kegelapan berganti rasa sakit
Dan takkan pernah hilang
Hingga semua kenangan terkubur dalam
Jauh hingga ke dasarnya
Kuberteriak dengan begitu kerasnya
Bagaikan berteriak di atas bintang
Akupun berdarah hanya untuk merasakannya
Hingga suatu hari kau berhenti peduli
Dan mulai melupakan
Mengapa kau mencoba dengan begitu kerasnya
Dan kaupun menghilang jauh ke dalam kegelapan
Dan saat kegelapan berganti rasa sakit
Dan takkan pernah hilang
Hingga semua kenangan terkubur dalam
Jauh hingga ke dasarnya
Puisi Ke 54 : Harapan Cinta
Nia Saraswati
Cinta mampu membekukan raga
Memberi isyarat pada jiwa yang berharap
Membawa senyum tanpa diminta
Memberi tangis yang mampu membuat luka
Betapa sakit aku yang tak dianggap
Dirimu yang tak pernah sadar akan ragaku disampingmu
Butiran air mata yang semakin deras terlihat
Tak mampu ditampung oleh ego jiwa
Telah lelah aku mengikuti langkah kakimu
Hanya mampu bertahan pada ketegaran
Percaya akan keajaiban tuhan
Yang mampu mengubah dirimu untuk diriku
Kebimbangan hati untuk bertahan atau berhenti
Datang mengusik otak dan hati
Tuhan beri aku alasan untuk tetap bertahan
Mungkin alasannya cuma satu yaitu CINTA
Puisi Ke 55 : Sahabat Terindah
Widha Wibowo
Kadang diam, ku utarakan tak bertepi
kadang sunyi, hanya kata rindu dalam batin ku
kadang gelisah, ketika kau tak ada
kadang cemburu, ketika kau bersamanya
Tak ubahnya kucing takut air
tak ubahnya lautan takut kehilangan rasa
tak ubahnya telaga kehilangan lumut
tak ubahnya benih takut kehilangan tangkainya
Rasa yang dulu, hanya rasa layak teman
kini ku rasakan berbeda,.
mungkin rasa tersayang..
rasa yang tak sanggup ku ucapkan
Puisi Ke 56 : Kesendirian
Firman Maulana Sidik
Ku lihat, ku rasa dan ku dengar.
Samakah seperti cerita mereka.
Tangis aku, luka aku, apakah mereka yang rasa.
Ku lihat, ku rasa dan ku dengar.
Cinta cerita, cerita cinta.
Adakah bersama ketika tiada.
Jika bertanya.
Apa yang harus aku tanya.
Jika meminta.
Pantaskah aku untuk meminta.
Jika harus memohon, mengertikah apa yang aku mohon.
Jika berharap, yang mana bahagia yang aku harap.
Cinta kesendirianku.
Berjalan, dalam gelap yang tak terang.
Cinta kesendirianku.
Memandang rasa yang ta'lagi aku rasa.
Tuhan,
Engkau dimana.
Tuhan,
Engkau siapa.
Kenalkah aku,
Kenalkah engkau,
Pada hidup.
Pada mati.
Tuhan.
Engkau dimana,
Tuhan.
Engkau siapa,
Yakinkah aku.
Pada hidup yang takbisa hidup.
Pada mati yang tak bisa mati.
Puisi Ke 57 : Cahaya dalam Hujan
Arida Rusmayanti
Gerimis menetes di wajahmu
Petanda kesedihan itu ada
Mungkin kau letih dengan ucapku
Namun tidak,,,
Sering gerimis itu jatuh
Saat aku tak sanggup menahan kepahitan ini
Namun tidak,,,
Kau tak pernah mencoba berlari
Tak pernah mencoba punah rasa itu
Selalu mengalir membasahi jiwa yang kering
Harapmu itu yang mampu menghidupkanku
Meski sering bertarung dengan jalanan
Dengan kokohnya kau disana
Hanya untuk melihat mataku bercahaya
Semua kasih ku berikan padamu
Untuk semua pengorbanan cintamu
4. Puisi Cinta PDKT
Wahyu Ardiansyah
Rasa yang hadir dalam dada
Merangkai indah sebuah nada
Membuat semua orang terkesima
Karena terkena panah asmara
Sesuatu yang sangat indah
Jika semua dilalui dengannya
Dan terasa amat pilu
Ketika dia meninggalkanmu
Itulah sebenarnya cinta
Menguatkan hati dan rasa
Mencerahkan hari dan dunia
Serta memberi warna indah
Cinta itu bukan permainan
Apalagi untuk hal tidak benar
Cinta itu untuk menceriakan
Bukan untuk hal yang tak wajar
Hidupmu akan sepi tanpa hadirnya
Terasa hampa jika tak ada dia
Milikilah selalu cintamu
Sebab cinta trus bersemi di hatimu
Puisi Ke 59 : Izinkanku Tuk Menyayangimu
Novi Hikmah Wati
Ku pandang langit
Ku pandang bintang
Namun semua hanya sia-sia
Pandanganku cuma satu arah
Yaitu memandang kamu
Walau hanya dari memori
Memori ingatan tentangmu
Tentang kita yang pernah dekat
Kau yang disana..
Ku tak tau perasaan ini terhadapmu
Ku cinta namun benci
Benci bila saat kau dekat dengan yang lain
Perasaan yang ku pendam ini
Terlalu sakit untuk dipendam
Ku tak berani tuk ungkapkan
Maka ijinkan ku tuk menyayangimu
Menyayang seseorang dalam hati
Memanglah sulit tuk dijalani
Apa mungkin hatimu peka terhadapku
Dengan semua sikapku terhadapmu
Mungkin sayangku ini tak kau sadari
Namun ku coba bantu tuk menyadarinya
Bahwa aku sangatlah sayang kepadamu
Puisi Ke 60 : Mengagumi Tanpa Mengetahui
Anggie Nur Safitri Anugrah
Langit biru kembali telihat..
embun pagi masih membasahi jendela rumah
kicauan kicauan burung terdengar merdu..
matahari terbit dari ufuk timur
Sudah berhari hari ku selalu melihat tingkahlakumu
mengeluarkan gelak tawa saat melihat kelakuan lucumu..
ingin sekali aku kenal lebih dekat denganmu...
entah sampai kapan aku mengagumimu dari jauh
Seperti menunggu air laut kehabisan air
menunggu mu tau isi hatiku kepadamu
aku memang mengenalmu ...
tapi kamu ? entahlah...
Inilah aku hnya mampu bersembunyi
hanya mampu melihatmu dari jauh
menjadi penggemar rahasiamu
Dan aku tak tau sampai kapan aku begini....
Puisi Ke 61 : Arjuan Impian
Rika Susanti
Hari itu,
Hari dimana kamu dan aku bertemu
Aku memandang wajah mu, senyum mu, tawa mu, dan bola mata mu yang begitu indah,
Jantungku seakan berhenti disaat kamu menoleh dan melemparkan satu senyuman yg begitu menawan,
Oh tuhan,
Aku malu, aku risih, namun aku bahagia....
Rasanya aku ingin melangkah, ingin berkenalan dengan mu..
Namun itu tak mungkin,
Rasa canggung dan malu ingin memulai menyebar keseluruh tubuh Ku,
Aku hanya terpaku, berharap kamu datang...
Namun Perlahan kamu pergi,jauh, dan mungkin kita takkan pernah berjumpa lagi...
Sekarang kamu dimana Wahai arjuna impian ku,
aku berharap Suatu hari nanti sang maha Cipta akan mempertemukan kita lagi,
dengan harapan kamu dan aku akan menjadi kita ...
Puisi Ke 62 : Aku Tahu
Ananda Tri Oktavilia
Aku tahu kamu cinta kepada ku...
Aku tahu kamu sayang kepada ku...
Dan aku tau kalau kamu suka kepada ku...
Tapi kenapa kau tidak mengungkapkannya...
Aku menunggu kata kata itu keluar dari mulut mu...
Tapi ini sudah cukup lama untuk menunggunya...
Tuhan...
Dia cinta...
Dia sayang kepada ku...
Tetapi kenapa dia mengungkapkannya...
Puisi Ke 63 : Cinta Masih Tak Tergapai
Wahyu Eko Savitri
Cinta tidak mengenal logika
Karena cinta selalu ada
Di setiap relung-relung di jiwa
Seandainya kamu mengetahuinya
Tiada daya untuk mengungkapkannya
Hadirmu sedemikian tiba-tiba
Melunturkan dilema
Namun, malah menuntut curiga
Cinta, tidak maukah engkau melihatku
Tidak bisakah aku dan kamu disebut kita?
Seperti rembulan memiliki cintanya
Pada kelap-kelip bintang
Seperti matahari yang selalu
Dengan cinta menerangi cakrawala
Seperti hujan yang jatuh ke Bumi
Memberi ketenangan peneduh hati
Puisi Ke 64 : Cinta Sejati
Satria
Waktu begitu cepat berlalu
Hari demi hari pun terlampaui
Masa lalu pun sirna di telan waktu
Hingga pada suatu ketika Ku temukan cinta
Aku tak pernah merasakan cinta yang begitu besar
Seperti yang aku rasakan saat ini
Cinta yang bukan cuma sekedar cinta biasa
Cinta yang tulus yang hanya ingin mengasihi
Melindungi dan menyayangi sepenuh hati
Cinta yang rela meneteskan air mata nya
Hingga suatu ketika
Luka demi luka hanya Ku terima
Tanpa hiraukan betapa dlm nya sakit yg kurasa
Namun cinta itu masih tetap bertahan dn selalu ingin menjaga keutuhan nya
Apakah ini yg di namakan cinta sejati
Yang rela hati nya tuk di sakiti
Yang merelakan air matanya terus mengalir
Yang sllu coba mengerti walau sllu tersakiti
Tapi Ku percaya ini semua cinta sejati
Yang Tuhan anugerah kan kepadaku
Trimakasih Tuhan walau terasa sakit
Aku selalu bersyukur dan Ku terima dengan ikhlas
Puisi Ke 65 : Dunia Untuk Pemimpi
Komarudin
Ceritakan aku tentang surga..
Dan selir-selir disana..
Aku ini tak punya rupa..
Jangankan disana..
Duniapun menolakku..
Biar aku sembunyikan wajahku..
Untuk sandaran putri tidur..
Sampai ia terbangun..
Menanti detak jantung kedua..
Sebuah kecupan pangeran buruk rupa..
Dongengkan aku..
Tentang negri yang jauh..
Tentang hidup yang abadi..
Untuk nafas yang tak berhembus lagi..
Jalan panjang untuk pemimpi
Puisi Ke 66 : Cinta Dalam Hati
Komarudin
Eratkanlah sebelum lepas..
Dan mata ini mulai muram..
Menghitung hela demi hela nafas..
Sebelum raga ini tertinggal jauh..
Disini ingin kupeluk namamu..
Derap langkah yang memaki..
Untuk setiaku disini..
Berdiri tanpa sandaran lagi..
Tertinggal untuk senyum disana..
Satu senyum bukan untukku..
Lelah memang..
Menjadi seorang pengkhayal..
Tanpa teman Berkhayal
Biar aku bermimpi..
Untuk mencintai hatiku sendiri..
Disini lagi..
Puisi Ke 67 : Bintang Hati
Nuri Ade Iksani Devi
Kau hiasan hati dalam hidupku
Kau sinar hati dalam gelapku
Kau nada hati dalam sepiku
Kaulah bintang hatiku
Ku melangkah dengan sinarmu
Tanpa keresahan dalam selimut kalbu
Kau tetap menyinariku
Tanpa rasa letih dalam hatimu
Kau tunggu aku dengan kesetiaan cintamu
Tanpa rasa keluh dalam kesunyian
Kau tetap berkelipan dengan ketulusanmu
Menghiasi hati hingga akhir menutup mata
Puisi Ke 68 : Cinta Tulusnya
Nuhari
Rintik hujan membasahiku
Entah mengapa perasaanku
Kau yang ada di depanku
Justru sahabatku
Yanga ada di pikiran ini
Dia pernah berkata
Walaupun darahnya
Tumpah tak tersisa
Walaupun mata pisau
Menancap di tanaganya
Dia akan selalu di sisiku
Dan di sampingku, memaniku
Dan menghiburku
Saat itu,,,,
Aku melihat cinta
Yang istimewa
Dalam matanya
Dia berjanji kepadaku
Cinta tulusnnya
Akan selau dijaga
Untukku,,,,
Sampai darahnya
Tak mengalir lagi
Dalam tubuhnya
Puisi Ke 69 : Pangeran Tanpa Nama
Lailatul Intan Alani
Dia,
Siapa dia?
Pertama ku jumpa
Degup jantung berdebar
Dia berjuang untuk kelasnya
Tangannya mencengkram erat tali tambang
Raut wajah berkeringat penuh semangat
Hatiku terasa Lemah
Hari demi hari kulalui
Menanti sebuah nama tuk kutahui
Tanpa berusaha
Aku hanya pasrah
Berharap datang keajaiban
Tuk mengenalnya
Puisi Ke 70 : Perasaanku
R Aprilillah
Aku tahu
Perasaan yang tulus dari mu itu
Kejujuran mu pada ku
Kepedulian mu yang ada untukku
Hanya kamu..
Yang ada dihati ku
Telah ada dihari ku
Membawaku bersama kebahagiaan itu..
Cinta itu kini ada bersama ku
Dan bersama dengan mu..
Aku tak ingin diri mu
Pergi dari kehidupan ku..
Puisi Ke 71 : Cinta di Persembunyian
Valentina Puspa
Ini yang ku nanti
Rasa ini sudi tuk hadir kembali
Aku takkan bermimpi tinggi layaknya kemarin
Bahkan bermimpi untuk sekedar memiliki
Aku hanya ingin sembunyi
dan mulai mengagumi rasa ini
Akan kuhayati setiap gejolak hati
Kunikmati setiap sentuh khayal diri
Kan kusebut namamu dalam setiap denyut nadi
Aku ingin bertemu denganmu disetiap hembus pagi
Meski ku tahu, takkan ada sapa apalagi canda
Hanya cukup seperti ini saja, dan aku kan bahagia
Menatap bayangmu disetiap pagi
Bermimpi tentangmu di malam hari
dan merindukanmu di siang terik
Aku cukup tahu dan cukup aku yang tahu
Kau tak perlu tahu dan tak seorangpun perlu tahu
Hanya cukup Tuhan dan aku yang tahu
Bahwa aku mencintaimu di persembunyianku
Puisi Ke 72 : Cinta di Persembunyian
Valentina Puspa
Ini yang ku nanti
Rasa ini sudi tuk hadir kembali
Aku takkan bermimpi tinggi layaknya kemarin
Bahkan bermimpi untuk sekedar memiliki
Aku hanya ingin sembunyi
dan mulai mengagumi rasa ini
Akan kuhayati setiap gejolak hati
Kunikmati setiap sentuh khayal diri
Kan kusebut namamu dalam setiap denyut nadi
Aku ingin bertemu denganmu disetiap hembus pagi
Meski ku tahu, takkan ada sapa apalagi canda
Hanya cukup seperti ini saja, dan aku kan bahagia
Menatap bayangmu disetiap pagi
Bermimpi tentangmu di malam hari
dan merindukanmu di siang terik
Aku cukup tahu dan cukup aku yang tahu
Kau tak perlu tahu dan tak seorangpun perlu tahu
Hanya cukup Tuhan dan aku yang tahu
Bahwa aku mencintaimu di persembunyianku
Puisi Ke 73 : Dilema
Riza Masruroh
Tatapan dan cahaya indah itu
Tertuju dan tertanam lembut dilubuk hatiku
Senyuman manis yang dikau berikan
Ciptakan rasa kagum yang tak tertahankan
Ingin rasanya aku berkata
Berada didekatmu walau hanya sekejap
Mengenal hidupmu lebih jauh
Dan mencoba memasuki cerita hatimu
Ingin ku lengkapi hari-hariku
Merangkai cerita tentang dirimu
Yaa hanyalah dirimu yang mampu
Membuatku tersenyum sendiri
Puisi Ke 74 : For You My Love
Chii Ammu
Sejak lama perasaan ini ada di dalam hati
Tak mampuku tuk berkata padamu
Tentang apa yang terdalam di hatiku
Cukuplah hatiku dan allah yang mengetahui
Mengganggumimu tanpa lelah
Mengidolakanmu sebagi pencuri hatiku
Entah mengapa kesetiaan ini tak pernah berubah hingga detik ini
Slalu masih inginkan dirimu
Andai kau tahu ??
Apa yang terdalam di hati ini
Menyukaimu tak ada habisnya
Memikirkanmu dan bayanganmu menghiasi benakku
Namun apa dayaku lidahku keluh ungkapkan dengan suara
Aku hanya mampu menulis tentang rasa ini
Rasa yang dalam menyukaimu
Menunggu kau tahu tentang hatiku ini
Berharap engkaulah jodoh untukku
Puisi Ke 75 : Mata dan Hati
Yasinta
Dari dulu ku selalu mengagumimu
indah bola matamu...
tetap selalu dibenakku
Mungkin itu hanya imajinasi mata
tapi hatiku berkata tidak
bagiku dia sangat berarti
Dia penghias mimpi
memberikan sejuta kesejukkan
ditengah ke gersangan
Mata dan hatiku seakan ingin memiliki
namun kuhanya bisa terdiam disini
walau kini dia sudah di miliki
namun ku masih ingin menatapnya
Puisi Ke 76 : Dalam Diam
Dian Septiani
Dalam diam,
Ku termenung..
Terbayangkan sesosok wajahmu yang mempesona
Kau menari-nari didalam fikiranku
Dalam Diam
Dendangan suaramu kudengar dalam telingaku
Oh..
Begitu lembut suaramu..
Apa ini?
Apa yang sedang terjadi?
Apa ini yang dinamakan cinta?
Semoga..
Kau tau apa yang aku rasa..
Puisi Ke 77 : Dirimu Yang Satu
Novi Susilawati
Andai kau tahu
apa isi hatiku?
apa yang ku rasakan saat ini ?
Jika kau merasakan
ku mohon,,,,,,balas rasa ini!
ku moon ungkapkan rasa yang ada di hatimu
Andai kau tahu,,,,,,,
hanya dirimulah yang ada di hati,,,,,
hanya namamu yang terukir di jiwa,,,,,
hanya wajahmu yang bayangku,,,,,,
Dirimu yang satu,,,,,
telah menebar cinta di hatiku
telah membagi rasa indah di hati
walau hanya aku yang merasakan
cinta itu timbul,,,,,
saat ku liat dirimu
dan tiba-tiba dirimu
dan tiba-tiba saja rasa itu timbul
di hatiku,,,,,karna hanya dirimu di hati
Danik Ika Purnamasari
Perjalanan yang kita lalui begitu banyak
Begitu indah dan begitu sulit untuk dilupakan
2bulan kita lalui bersama-sama
Disaat suka ataupun duka
Dan kinipun kita berpisah
Entah aku tak tau
Kesalahan apa yang pernah aku perbuat
Sampai-sampai kau putuskan diriku
Dan hatiku selalu bertanya-tanya
Salahku dimana dan sebesar apa
Dan sampai sekarang kau tak mau menjelaskan padaku
Daru dulu dan sampai sekarang
Kaulah MANTAN TERINDAHKU
Mengertilah dan percayalah
Kau takkan terganti
Puisi Ke 79 : Hati Yang Berkehendak
Elinady Dzar Al-Ghifari
Diri menghadap kemana hati berharap
Indah tercipta mengukir kata
Untaian kata berbaris mesra
Menyibak semua isi jiwa
Pejamkan mata mencoba meraba
Indahnya cinta tak kan binasa
Hapuskan lara jika kau merasa
Tepiskan sepi tanpa merana
Hai dinda
Dengarlah bisikan lembut ini
Dari hati yang selalu merindu
Pejamkan mata rasakan di jiwa
Biarlah cinta yang kan bicara
Saat indahmu ku jadikan sebuah tajuk
Tajuk kata memuisi berasal dari benak
Raga terbawa tersapu dalam ombak
Gelombangnya yang beriak-riak
Yang namun membawa arah berbalik
Kadang juga hati ini penuh kritik
Karna asa harap ini serasa tak bertepuk
Karna hangat aura itu tak dapat ku peluk
Hanya dapat pandangku dengan mata terbelalak
Hanya dapat pendamku dengan kepala tertunduk
Rasa semula biasa kini terus memuncak
Dengan serasa sinar yang terus berufuk
Pancarkan sinar cintanya hingga merasuk
Walau tak membias buat hati serasa menusuk
Namun di ketinggian hati ini menampak
Oleh pesona mu yang kian cantik
Oleh indahmu walau hanya di pucuk
Tapi yakinku kau lah yang terbaik
Ditaman yang penuh terurai bunga anggrek
Bunga dengan warna terpancar di kelopak
Warna yang kadang terpandang unik
Hati ini menggebu tergoda untuk memutik
Namun sayang karna terurai dengan lentik
Hati ini pun merajuk
Tapi ini jua dari hati berbijak
Yang tak ingin juga melonjak
Jua dikata membesar pasak
Walau masih tanda tanya apakah ku menamak
Kau dari hatiku yang kurujuk
Kau untuk asa yang kubujuk
Kau hatimu ku busur menombak
Semua ini dari hati yang berkehendak
Andai tangan ini berkarisma layaknya Khalil Gibran
Tak kan terhenti ku tulis keindahanmu
Namun menulis perasaan ku di sini itulah cukup
Puisi Ke 80 : Kembali Lagi
Nadya Anggraini
Kebahagiaanku telah kembali tuhan
Tapi apakah dia tidak akan mengulangi kesalahan seperti dulu lagi??
Ataukan dia benar-benar menyesal dengan perbuatannya dulu??entahlah.
Rasa sayang yang mulai hilang secara perlahan, tumbuh kembali karna kehadirannya
Cintaku saat ini telah ku tiggalkan karnanya
Apakah dia akan membalas pengorbananku dengan kebaikan?
Tuhan,,
Jangan biarkan aku kembali mencintainya bila ia hanya datang sesaat padaku
Bila ia tak sungguh-sungguh mencintaiku
Jangan biarkan dia menghancurkan hati ini yg dulu pernah ia hancurkan.
Tuhan,,
Aku rindu dia yg dulu, bukan dia sekarang. Perbedaan padanya sangat terasa dihatiku.
Puisi Ke 81 : Kehilanganmu
L. Rahmat Hidayat
Langit menghitam...
Ku pandang penuh cinta
sampai ku temukan bintang
yang paling terang di sana...
Di sekitar awan-awan gelap
Ku cari sesosok bayang
yang kurindukan malam iniHeningpun menyambut hatiku
Tak kutemukan lagi bahagiaku
Hanya cerita sedih nanti pilu
Yang terlukis di KalbuAku kehilangan Cinta
Aku kehilangan Dia
Aku kehilangan separuh hatiku
Aku kehilangan SegalanyaTinggallah diriku...
Terdampar dalam sendu
Meratapi nasib tanpa dirimu
Sayangku....
Puisi Ke 82 : Andai Saja Kamu Bukan Takdir
Monika Sebentina
Jika sering aku bercerita tentang cinta
Mungkin asa ini yang sekarang diam dalam hati
Kadang tak mampu aku mengerti
Setiap saat cinta yang yang aku miliki
Selalu datang dan pergi
Tanpa tahu aku waktu yang dia mau
Dia seolah menjadikan dirinya seperti angin
Dia kembali tak pernah aku tahu
Dia berlalu dan pergi kemana dia mau
Tak akan bisa ada yang menghalanginya
Kini dia ada sedang disini bersanding dengan ku
Melawan rasa sepi sungguh tak ingin
Aku membiarkan dia untuk tersapu dan berlalu
Seperti apa yang dia mau
Aku ingin dia terus didekat agar dia tidak pergi
Agar dia tak melangkahkan kaki
Supaya dia tetap ada meresap dalam hati
Jika suatu ketika
Kamu bukan lagi menjadi takdir diri ku lagi
Mungkin aku akan melepas kau pergi
Kemana engkau akan berlari tak akan aku akan mencari lagi
Jika suatu waktu
Kamu bukan menjadi takdir
Akan ku hapus rasa hati agar kelak nanti
Aku takkan tersakiti dengan kenangan
Kita lukisan dan lukisan
Puisi Ke 83 : Sesalku
Ayu Indah Lestari
Dalam keheningan malam itu,
terlintas samar bayangmu di benakku.
Hati terasa sunyi tanpamu disisi,
sungguh ku rindu hadirmu disini.
Saat-saat terindah yang pernah kita lalui,
tak mampu ku hilangkan dari ingatanku.
Belai kasih putih yang terurai darimu,
selalu tenangkan aku di kala itu.
Andai waktu dapat ku putar kembali,
tak akan ku biarkan kau pergi lagi.
Kan ku dekap erat tubuhmu, genggam erat tanganmu,
agar kau tahu....
bahwa ku amat mencintaimu.
Puisi Ke 84 : Kasih
Elza Sintia
Terpaku aku di sini
Tersudut di ruang yang gelap dan sepi
Di temani dengan kerinduan yang mendalam
Aku hanya bisa terdiam
Meratapi dengan semua yang terjadi
Merasa ketidak adilan tertuju pada ku
Kasih
Apakah kau tidak tahu sakitnya
Dengan perlakuanmu yang seperti itu
Di saat aku sangat membutuhkanmu untuk di sampingku
Kau menghilang
Kasih
Apakah begitu mudah untukmu melupakan semuanya
Hati ini tersayat sangat perih
kala selalu mengingatmu
Kasih
Dimanakah kau berada sekarang
Aku berharap kau mengingatku dan kenangan kita
Kasih kembalilah
Puisi Ke 85 : Berharap Kau Kembali
Ganjar Permana Siddiq
Di bawah hamparan langit yang gelap
Aku menatap satu bintang yang paling terang
Aku menatapnya dengan penuh harapan
Seolah itu kau
Yang kini kau telah pergi dari hidupku
Di saat ku membutuhkan mu
Rasa sakit ini masih tersimpan
Saat kau khianati cinta tulus ini
Aku berharap kata sayang yang kau ucapkan dulu
Bisa kau ucapkan kembali pada diriku
Bukan masalah waktu yang terlalu singkat
Tetapi banyak kenangan yang penuh makna
Tapi sekarang kau telah pergi jauh
Meninggalkan semua kenangan kita
Aku di sini sendirian masih menyimpan semua kenangan itu
Yang pernah aku miliki dari kisah cinta kita
Dan sekarang aku hanya bisa berharap
Suatu saat nanti kau akan mengerti arti cinta tulus ini
Untuk melengkapi kisah hidup ini
Yang seakan hilang karena cintamu
Dan aku sangat berharap
Suatu hari nanti cintamu kembali untukku
Supaya kau mengerti akan keadaanku saat ini
Bahwasanya aku sangat berharap kau kembali dalam pelukanku
Puisi Ke 86 : Ratapan Jiwa
Ilham Subhakti
Tatapmu tajam kau lepaskan kearahku, diiringi senyum kecil kedua belah tanganmu kau ulurkan padaku
Kuberdiri dan beranjak menyambut uluran tanganmu
Musik syahdu terus memenuhi seisi ruangan dansa
Gerakanmu seharusnya damai kurasakan
Namun malah sebaliknya, aku merasakan ada sesuatu yang mengguncang jiwaku
Aku merasa bersalah
Ini bukan duniaku
Langkah waktu telah menyeretku tenggelam dalam fatamorgana kehidupan
Kau Ikhlas melepasku pergi tuk tinggalkan kamu sesaat
Iringan doa tergumam dari mulutmu demi kebaikanku
Tapi kenapa aku mesti mencoreng ketulusan dan kepercayaan yang kau Amanahkan padaku
Oh Tuhanku...
Ridho kasihku tulus
Wajahnya lugu, cinta yang Ia berikan melebihi dari dirinya sendiri
Kenapa aku terbuai irama kehidupan semu
Bingarnya merusak pikiranku
Kini ku lunglai dan lemah, sejuta sesal penuhi jiwaku
Pantaskah kata maaf kuucapkan
Jiwaku terus terguncang dengan rasa sesal
Kau yang jauh telah ku khianati
Puisi Ke 87 : Sepenggal Nasehat Hidupku
Siti Maripah
Rasa ini tenggelam ditengah angin malamku
Yang dingin, menyeruak kedalam kalbu
Terlukis indah senyum diwajahmu
Yang dulu pernah hadir dalam hidupku
Aku memang bukan dia yang kini kau cinta
Namun kamu tetaplah orang yang istimewa
Aku memang bukan dia yang slalu kau damba
Namun aku hanya insan bertahan dalam nyata
Darimu aku dapatkan keteduhan
Darimu aku belajar arti keikhlasan
Darimu aku belajar arti kehidupan
Dan darimu cinta yang aku dapatkan
Sikap dan kesederhanaan dirimu
Telah ku rekam dalam ingatanku
Namun, semua ini hanya sepenggal nasehat untuk hidupku
Yang sengaja tersirat dalam hariku dulu
Aku memang tak sempurna
Tapi aku mencoba untuk sempurna
Aku memang bukan segalanya
Tapi aku berharap kau menerimaku apa adanya
Aku sadar suatu saat ku harus merelakanmu
Nasehatmu akan tersimpan rapih dalam memori otakku
Yang akan ku buka kembali sewaktu-waktu
Dalam celah sempit direlung hatiku
Dan kini semuanya belum berakhir indah
Sampai waktu yang akan membuat semuanya indah
Namun percayalah..
Kamu adalah sepenggal nasehat hidupku, selamanya
Puisi Ke 88 : Jauh
Feri Firdaus
Seiring langkah semerbak hana
terdengar seperti bualan semesta
Kau ibarat fatamorgana
penghabisan cinta untuk selamanya
Air mata mengalirkan asa
menepi rindu bermain sunyi
kau bersembunyi di balik cadar halusinasi
membentang luas jarak antara mata hati
Seperti pasak yang kau ikat
menyanggah kemah diatas rerapuhan padang tandus
menahan hembusan bayu, menjaga tidurmu dengan lelapnya
Kau tancapkan Aku dalam kesetian cinta
3 hari kemah berdiri menapak tetandusan hijaunya zamrud
tersimpan sebuah rasa, membuat alam bertanya
mengidap kasih akan dirinya
alarm alarm masa lalu pun memecah Indera
Ku ingat jelas September 2004
Ku genggam cinta dalam sebuah genggaman
yang tak terjamah oleh setiap insan
sesuci basuhan air wudhu
terkikis oleh melankolis waktu
bersandar pada angan kosong menghancurkan dinding dinding batin
Kau ambil dusta setelah perpisahan
Kau menghilang bersama memori memori yang kau ingat
Kau ibarat matahari di sore hari
Kau lenyapkan Aku di dalam sanubari
Puisi Ke 89 : Cerita Cinta Kita
Wahyu Setiawan Nugroho
Hari demi hari ku lewati
tanpa hadirmu di sisiku
Saat rindu menghampiriku
jiwa ini begitu terbelenggu
Tak pernah terfikirkan
Kekasih seperti dirimu
Ku coba bertahan dalam kisah ini
Untuk memilih dirimu
Angin sampaikan padanya
Bahwa aku mencintainya
Walau aku tak bisa
Memiliki dia sepenuhnya
Kau jangan pergi
untuk meninggalkan aku
Sesungguhnya aku mencintai dirimu
Kau jangan pergi meninggalkan aku
Sesungguhnya hati masih sayang padamu
Kau jangan pergi jauh dari ku
Tuhan tolonglah satukanlah kami
Kasih impianku yang telah lama pergi
Benarkah tuhanku
Mungkinkah dia jadi milikku
6. Puisi Cinta LDR
Faza Candikya Dhanadi
Sang fajar menyinsing di hari yang cerah
Terhirup udara segar di sawah
Entah di sana terdengar sebuah suara
Fisik sang petani bertambah semangat cari rezeki
Indahnya sawah ini
Namanya tersahut ketika melihat dia
Aku menjumpai sebuah rel di sana
Alam semesta ini
Sawah yang luas dengan bukit menjulang tinggi
Ada sebuah rel menikung indah hingga menanjak bukit itu
Datanglah dia dengan suara merdu
Hatiku senang dan gembira mengabadikannya
Kemudian dia meliuk ke atas bukit hingga hilang
Di situ ia masih menatapkan wajahnya
Hingga ia hilang di balik bukit
Saatku berjalan di rel
Pada saat itu sebuah cinta baru telah lahir
Dibalik semua kebencian
Saat itulah aku jatuh cinta dengannya
Aku mengejar cintanya dengan usaha dan harapan
Senyumnya masih terkenang saatku sekelas dengannya
Sekarang musim telah berganti
Sifat dia berubah
Kini mencintai dia semakin susah
Aku hanya bisa bersabar dan tabah
Berharap dia bisa tersenyum kembali seperti semula
Aku ini pendiam
Aku hanya bisa berdoa
Berharap aku berhasil mencintai dia
Dengan hati yang tulus
Saling toleransi dan menghargai
Yang menjadikan cintaku adalah cinta suci
Meski kita berpisah pandangan
Aku berharap suatu hari kita bisa bersatu
Dimana ada padang rumput yang luas
Ketika senja mulai tiba
Sebuah bukit berdiri sebuah pohon apel yang indah
Di situlah kita melepas rindu
Di situlah cinta mengalahkan segalanya
Kini sore hari di Stasiun Bandung
Aku mengirim segumpal surat cinta untuk dia
Semboyan 35 di bunyikan
Mutiara Selatan mengantarkan surat cintaku untuk dia
Tidak tahu kapan tibanya di tujuan
Yang pasti aku menantimu
Kini ia masih dalam perjalanan...
Puisi Ke 91 : Mungkin Memang Begitu
Suhandi
Memang begitu
Matahari harus terbit pagi
Mungkin memang harus begitu
Ketika matahari tenggelam
saat tiba sore menjelang pun
Takkan usai berharap
Akan terbit esok pagi
Mungkin memang nyatanya harus begitu
Cinta seperti cinta pada matahari
Meski jarak beribu mil cahaya terbentang jauh
Tapi masih merindu
Tentang hangatnya
dekat di esok pagi
Puisi Ke 92 : Tentang Dirimu
Anisa Fissilmi
Aku Tahu Itu Dirimu
Dirimu Yang Membius Tatapanku
Danku Mulai Mencari Tahu
Mencari Tahu Siapa Dirimu
**
Seuntai Kata Yang Tersirat
Yang Tersirat dalam Hatiku
Ketikaku Terbangkan Surat Itu
Namun Tak Terbalas Satu Kata Darimu
**
Seiring Waktu Berjalan
Terus Berjalan Menyita Waktuku
Petang Sirnahkan Siang
Dan Malam Menghadirkan Rembulan
**
Tetapi Dimana Dirimu
Air Hujan Memadamkan Api
Semak Berduri Menutupi Hati
Terkata Lelah & Mengakhiri Semua Ini
**
Terluka Yaitu Melupakanmu
Bagai Duri Yang Tumbuh Dihati
Namun Aku Mulai Tahu
Tahu Dirimu Bukanlah Untuk Diriku...
Puisi Ke 93 : Salam Rindu
Ratri Widianti
Pada angin yang bergemuruh diatas samudera cinta
Pada juntaian ombak yang bergelombang
ku sampaikan salam rinduku untukmu
Dibibir pantai penantian
menanti rasamu untukku
kan menjadi nyata
Dibibir pantai penantian
menanti berlabuhnya cintamu
di dermaga hatiku
Lepaskan sauhmu,
tanamkan segenap rasamu
genggam bersama meniti asa menjemput fajar
bersama cahaya mentari
ku kirimkan salam rinduku.
Puisi Ke 94 : Bertahan Karnamu
Rini Nur'aeni
Di setiap detik..
Ku slalu mengingatmu
Di setiap menit..
Ku slalu merindukanmu
Pernah ku terpikir tentangmu
Apakah sama apa yang ku rasakan saat ini
Pernah ku menangis,pernah ku bersedih
Tapi tak pernah kau tahu semua itu
Kasih...aku tak kuat menahan rasa ini
Aku tak sanggup menahan duka ini
Tahanlah aku agar aku tak bisa
Merasakan hal itu lagi
Tuhan...kuatkan aku
Agar aku bisa bertahan karna cintanya
Karena hamba sanggup jika harus menantinya kembali
Kembali untuk ku nanti
Puisi Ke 95 : Rindu Di Sakiti Lagi
Komarudin
Di beranda malam..
Selalu ada rindu terangkai..
Dan awan yg terhapus..
Menguatkan tubuh yg mulai dingin..
Disela guyuran angin..
Disitulah ku mulai sebut sehelai nama..
Satu senyum tanpa rasa..
Aku tak mau pagi beranjak..
Karena disitulah rindu berhenti..
Dan bila ini terlelap..
Cukup aku tersandar disini..
Malam yg mati disudut mata..
Karena aku..
Mungkin ini yang terakhir..
Aku lelap disini..
Dan hujan yg menari..
Membawaku berjalan lagi..
Mencari senja kembali..
Lewat tulisan hati..
Ingin ku tuliskan sesuatu..
Sebelum tinta pena ini kering..
Satu nama kupanggil dinda..
Mungkin bidadari akan bersedih..
Dibalik cahaya malam ini..
Bintangku kini telah padam..
Apakah ini hari..
Untuk aku meraja diri..
Di dalam pembaringanku
Sahabat hati terus berlari..
Meratap lewat sela pipi..
Ah aku ini hanya sendiri..
Yg rindu hawa disini..
Bait ini terasa sepi..
Hambar tanpa penghuni..
Ku cari syair syair yang pergi..
Gundah lari pada huruf2 ini..
Aku lelah dengarkan janji..
Tentang beringin berbuah stroberi..
Uh..manis
Aku ingin menutup mata..
Berpagut jari manis..
Diantara banyak dusta..
Ku hidangkan janji setia..
Aku ingin tetap bermimpi dihatinya..
Puisi Ke 96 : Lelah Dalam Penantian
Kim Begla
Tubuhku terbaring lemah
nafasku terasa sesak
dunia bagaikan sempit
ketika kudengar kou ucapkan selamat tinggal
Entah ..
Harus berapa lama aku menanti
Menunggu...
Disetiap malamku
disetiap senja yang menjadi saksiku
Tuhan..
Haruskah aku terpuruk dalam penantianku
haruskah aku menunggu yang tak pasti
haruskah aku terombang ambing dalam penantiaku
Kini kutersadar
kou tak pantas ku nantikan
Kou hanyalah bayangan ilusi bagiku
Ku ucapkan selamat tinggal masa silamku.
Puisi Ke 97 : Harapan Hati
Nadda Avnarama
Bila esok cinta menjelma
Rasa murni hanyut membasa
Sinar mentari menyilaukan mata
Dalam hakekat rasa
Bila hati mengalir cinta
Bencana duka mulai meluluhlantarkan semua
Rasa tergenang dipalung cinta
Walau tersumbat oleh kerasnya hati
Walau topan melanda bumi
Dan tetes hujan telah berhenti
Jika mata adalah hati
Izinkan aku untuk memandangmu selalu
Jika telinga adalah rasa
Izinkan aku mendengar suaramu selamanya
Jika doa adalah cinta Izinkan aku selalu memohon kepada Tuhan
Agar engkau menjadi milikku selamanya
Puisi Ke 98 : Janji Cinta
Syaeful Amran
Cinta membuat hati merona
Hingga buta akan segalanya
Setiap waktu ku
Kumau kau yang temani temani langngkah ku
Kau,,,
Wanita yg aku cintra
Berkatalah dari hatimu
Kau akan setia selalu
Jajimu lumpuhkan hati ku
Yang menjadikanku yakin
Aku ingin hidup berkali kali lagi
Untuk menjalankan cinta yg kucari ku nanti dan kau beri
Puisi Ke 99 : Caraku Menjaga Cintaku
Rizky Febriany Budiasri
Dengan tak menghubungimu..
Tak juga mengirim pesan untuk menanyakan kabarmu..
Mungkin ini tak biasa,
Tapi bagiku
Inilah cara terbaik untuk mencintaimu..
Akku mencintaimu dengan menjauh darimu..
Bukan karna akku membencimu..
Justru karna akku sangat mencintaimu..
Inilah caraku mencintaimu..
Dalam diamku..
Dalam ketulusanku..
Dalam cara tak biasaku..
Meski sulit..
Meski berat..
Meski sakit untukku..
Namun ku tau ini pilihan terbaik
Agar kita tak terlalu saling mengharap..
Karna berharap hanya pantas pada Sang Pemberi Nafas..
Karna berharap hanya pantas di gantungkan pada Sang Pengatur Detak Jantung..
Pada-Nya ku harap Dia kan menjagamu untukku..
Pada-Nya ku titipkan hatiku untukmu..
Biarlah akku hanya bsa menyapamu lewat senandung do'a..
Agar untukmu lah segala kebaikan..
Agar untukmu lah segala keindahan..
Puisi Ke 100 : KITA
Indriani Ida Lestari
Kita seperti layar yang berkembang
Tertiup angin, hilir mudik terombang ambing tak karuan
Haluan yang di kemudikan nahkoda dengan pandangan kedepan bukan kebelakang
Mungkin kita berharap untuk terus maju, karena tujuan kita kedepan bukan ke belakang,
Tapi, tapi apakah ia angin itu mengerti keinginan kita?
Terus maju tanpa terombang ambing?
Terus maju sehingga segera sampai di pelabuhan yang bukan persinggahan?
Sepertinya kita terlihat kuat menerjang angin?
Berkembang dan gagah dengan warna putih!
Oh Indahnya
Sebenarnya ada sedikit kerapuhan di sela-sela kegagahan itu,
Kita sedikit pudar, dan lusuh?
Ada bercak tidak terlihat karena angin?
Oh, selalu ada ketidak sempurnaan di dalamnya
Angin tetap membawa kita melaju, meski dengan ketidak pastiannya
Semua itu misteri, tapi akan selalu ada sebuah kepastian dan pelabuhan yang bukan persinggahan sesaat
Suatu saat dan semua itu akan indah pada waktunya!
Puisi Ke 101 : Menunggu Jawaban Kekasih
Muhammad Fikri
Ku menunggu
Dan terus menunggu
Wahai kekasihku
Setiap mentari menyinari dunia
setiap rembulan meninari malam yang gelap
aku tetap menunggu
jawabanmu wahai kekasihku
Sudah beberapa tahun
aku menuggu jawabanmu
waktu terus berjalan
aku akan tetap
setia menunggu
wahai kekasihku
Puisi Ke 102 : Inginku
Pandu Agus Setiawan
Bagaikan tanah tak bertuan
Tanpa pepohonan dan air
Semua terasa sangat berbeda
Semua terasa sangat asing
Tanpamu saat ini
Tanpa mehadiranmu di sini
Tanpa senyummu setiap hari
Tanpa cintamu di hati
Ada yang lain
Ada yang berbeda
Ada yang kurang
Ada yang tak lengkap
Tuhan jika aku boleh meminta
Hanya satu permintaanku
Jadikan dia jodohku
Agar aku bisa menata hidupku
Entah berapa lama
Entah berapa waktu
Entah berapa hari
Entah berapa bulan
Aku akan tetap menunggu
Hingga dia sadar
Hingga dia mengerti
Hingga dia pahami
Rasa ini sungguh besar
Rasa ini sungguh hebat
Rasa ini sungguh dahsyat
Rasa ini sungguh menggebu
Tuhan...
Jagalah hatinya hanya untukku
Jagalah dirinya hanya untukku
Jagalah itu semua hanya untukku
Wahai engkau yang di sana
Dapatkah engkau mendengar
Mendengar semua isi hatiku
Jeritan dari dasar kalbu
Kamu tahu betapa indah
Saat aku mendengar hanya aku
Aku bahagia
Aku merasa memiliki dunia
Sadarkan hatimu
Sadarkan jiwamu
Sadarkan semua
Agar engkau tahu
Setiap aku melihatmu
Aku merasa bahagia
Aku merasa sempurna
Aku merasa hebat
Pahami hati ini
Pahami jiwa ini
Pahami rasa ini
Pahami semua ini
Puisi Ke 103 : Puisi Untuk Elang
Nabila Zulfatien Nisa
Rasa ini mendesakku agar tak terbujuk oleh hadirmu
Namun ketenangan yg muncul ketika tajam matamu menatapku
Hatiku goyah,
Hatiku runtuh,
Hatiku luluh akan pesonamu
Akankah kau dengar bisikku yang slalu menyebut namamu ?
Mungkinkah kau tau betapa banyak aku mengukir namamu ?
Mampukah derik ranting membujukmu menoleh padaku ?
Bisakah semilir angin merajukmu untuk melihat ke arahku ?
Disini..
Di dadaku tersimpan harapan
Di hatiku bersemayam keinginan
Namun bagaimana aku menyatakan,
Jika setiap menatapmu aku kelu,
Aku bisu, aku gagap
Ya.. inilah aku
Yang diam- diam memperhatikan matamu
Yang diam- diam menatap paruhmu
Yang diam- diam melihat sayapmu
Dan hanya bisa menghitung hari- hari sendu
Tuk sekedar mengharapkanmu berbalik melihatku
Akulah kancil yang slalu bersembunyi dibalik semak
Berharap elang terbang disampingnya
Atau bahkan hinggap di dahan dekat tempatnya
Beriringan..
Namun apa daya si kancil tercipta untuk kelamahan
Dan sang elang tercipta untuk kekuatan
Beginilah adanya perbedaan
Alam terlalu jauh memisahkan
Demi keagunganmu...
Biarlah matahari yang sinari pagimu
Biarlah angin yang temani perjalanan hidupmu
Dan biarlah bintang yang menjaga istirahatmu
Demi keperkasaanmu...
Biarlah si kancil bersembunyi
Biarlah si kancil berteman sepi
Dan biarlah hanya menghujat doa dalam hati
Tatap mata menghujam, menyelidik, menerawang
Beradu pandang dengan rumitnya kehidupan
Kepak sayap keras, kokoh, menggelegar
Menantang setiap jiwa lemah untuk kembali tegar
Cengkraman erat, kuat, mencekam
Menarik setiap hati tuk bangkit dari masa yang suram
Kepakkansayapmu, tajamkan matamu, acungkan paruhmu, kuatkan cengkramanmu.
Lawansetiap badai yang datang, lewati setiap aral yang melintang.
Aku bangga padamu. Kamulah Elangku.
(Dari kancil untuk elang)
7. Puisi Cinta Galau
Rizma D Edllewaez
Kau yang selalu hadir Dalam senyum dan tawaku..
Kau yang selalu ada saat gembiranya hatiku
Kelucuan darimu yang membuat hatikku Nyaman saat bersamamu..
Keunikkan dirimu yang selalu Membuat Aku Bahagia ketika didekatmu
Akan tetapi,,
Kau tiada saat Airmata membasahi pipiku
Kau tiada Saat Sedih sedang membelengguku
Tetapi, Egomu tak dapat membuat aku membencimu
Cinta,,Aku Cinta kamu
Aku Cinta bukan karena Materi yang kau Punya
aku Cinta karena kamu telah merebut hati ini
Aku Cinta karena Kenyamanan yang kau beri
Tapi mengapa kau balas Cintaku dengan cara kau menyayat hati ini¡..
Menghancurkan hati ini, menyakiti hati ini
Tanpa rasa tanggung jawabmu untuk menyatukan Serpihan serpihan Hatiku
Kejam,, Kau begitu kejam!
Namun mengapa aku begitu Cinta
Just For You
I will always Love you
Cintaku tak akan hilang,
walau kau menghancurkan hati ini yang lebih perih lagi
Puisi Ke 105 : Tentang Kita
Laila
Kala malam tiba
Kenangan tentangmu
Seakan menjadi teman dlm hidupku
Kau yang dulu ku puja
Kini hilang entah kemana
Mungkinkah kau jenuh?
Mungkinkah dunia tak menginginkan kita bersama?
Atau mungkinkah kita tidak di takdirkan bersama?
Apakah semua hanya ilusi semata?
Berbagai tanya muncul
Ketika kenangan itu hadir dalam fikiranku
Telah ku coba hilangkan kenangan tentangmu
Tapi..
Kenang tentangmu tak pernah bisa ku hapus
Dan akan tetap abadi dalam memoriku
Puisi Ke 106 : Hanya Sebuah Mimpi
Imroatu
Tuhan...
bukan hanya kali ini aku brharap
sering kali aku melihat nya
mengharapkannya.....
tapi terkadang aku tersadar
itu hanyalah sebuah mimpi
dari mulai aku twrpejam
hingga mata ini terbuka lagi
Tuhan...
adakah sebuah kesempatan untukku
untuk aku bisa melihat nya lagi
agar aku bisa brhenti
brhenti untuk mengharapkan nya
aku merasakanmu
tapi kau tak brsama ku
aku melihatmu
tapi kau bukan untuk ku
I HOPE YOU LOVE ME.....
Puisi Ke 107 : Penyesalan Rasa
Yati Anisa Rowi
Satu yang kuketahui...
Dirimu disana hilang..
Mengacuhkanku yang telah memendam perasaan. Yang bahkan telah kuungkapkan..
Menunggumu disini..
Menunggu hilangnya sepi..
Kucoba mengganti arah..
Ternyata kau tetap disana, tak tergugah..
Semua yang kuketahui. Kucoba acuhkan demi mengabaikan perih.
Meski itu tak membuatku berhenti, untuk menyukai dirimu..
Akhirnya segala usaha kuhentikan.
Kubekukan dalam memori waktu.
Karena kau juga perlahan berubah.
Tak sebaik dahulu.
Inikah balasannya selama ini?
Dari menyukai hingga mencintai yang telah seseorang memiliki?
Putuslahharapan yang tergantung padanya.
Yang telah kupercayakan padanya.
Bodohnya aku, mempercayai orang yang hanya dapat menghancurkanku.
Mungkin aku akan melupakanmu.
Dalam waktu yang begitu lama.
Agar tak kurasa lagi perih di lubuk rasa.
Puisi Ke 108 : Semua Tak Sama
Bin S Wibowo
Mungkin kau rangkaian bayang dari pudar imajiku
aku merasa hidup dalam senja yang telah redup
kini kenangan bagai lentera yang membakar juga penerang
Dikebodohanku selalu brharap,
waktu berlalu selambat mungkin
karena ku ingin mengingatmu di antara batasan dan kuasa waktu
meski pedih jika membelakangi kenyataan
bagiku semua indah jika itu tentang kita
Tak sdikit dinding yang merintih mengingatkanku
aku punya takdir yang tak mungkin ku lawan
tapi,jk semua kenyataan
aku tak lagi nyata untuk takdir mereka
Sungguh,kuingin menepis bising getir kerugian
aku hanya pemimpi yg ditampar kenyataan
ingin menyingkir dari hayalan
kau hanya mitos legenda kejiwaanku
Semua tak sama tak pernah sama
kegilaanku jika terus mencarimu dilain raga
takan kutemukan takan kudapatkan
semua tak sama tak pernah sama
trasa hati terpenuhi olehmu
hingga tiada yg mampu menggesermu
Puisi Ke 109 : Ku Lukai Kau Di Malam Ini
Nanda Abdul Karim
Bukan maksud menyakiti
Entah apa yang merasuki
Ku lukai kau di malam ini
Sungguh tak sanggup menahan hati
Ku tak bisa melepaskanmu
Semuanya masih terlintas di benakku
Malam mencekam antara kau dan aku
Tiada bicara saling membisu
Maaf aku terlalu kaku
Tak sepantasnya aku begitu
Ku tulis puisi ini untukmu
Ku tulis namamu di hatiku
Jangan pergi tinggalkan hati
Jangan hancurkan lentera hati
Cukup hanya kau disini
Cukup hanya kau menemani
Puisi Ke 110 : Aku Suka Kamu, Kamu Suka Dia
Imas Fathiyah
Setiap kali aku menatap kamu kamu gak cuekin aku...
Setiap kali aku ngomong sama kamu kamu juga gak cuekin aku...
Aku gak tau kalau kamu suka sama dia...
Semenjak aku tau kalau kamu suka sama dia aku galau...
Semenjak kamu tau kalau aku suka sama aku kamu selalu jauhin aku...
Kenapa?
Aku salah?
Maaf kalau aku punya salah sama kamu...
Yang penting kamu udah jujur sama aku...
Aku pun udah jujur sama kamu...
Puisi Ke 111 : Hatiku Galau
Imas Fathiyah
Pertama aku tau kalau kamu suka dia...
Kedua aku tau kalau kamu gak suka aku...
Sebenernya aku patah hati...
Karena kamu ngomong kalau kamu suka dia...
Aku pengen move on sama kamu...
Tapi aku gak bisa move on...
Aku tau...
Kamu tau...
Mereka tau...
Cuma dia gak tau...
Puisi Ke 112 : Bagai Sampah
Endang Lezthary
Aku selalu sabar menghadapi kamu.
Tapi balasanya seperti ini.
Mereka tak bisa menghargai ku.
Menghargai kesabaran dan ketulusan ku.
Mereka anggap aku seperti sampah
Dilihat,di diamkan lalu di buang
Sejelek itukah aku di matanya.
Seburuk itulah aku di matanya.
Puisi Ke 113 : Kehancuran Hati
Novi Putri Listianti
Hancur sudah hati ku ketika ku melihat mu
Kau berjalan dengan cinta yang lain
Sedih hatiku tak pernah kau fikir
Perasa'an ku padamu kau sllu mendu'a
Kau tak pernah berubah
Kau tinggal kan aku
Perasa'an ini tak'kan pernah bisa ku ingkari
Betapa sakit nya hati ini kau dustai
Biar kan lah semua ini kisah cintaku
Ku yakin suatu sa'at nanti kau akan mengerti Bahwa ada orang yang lebih mencintai mu
Aku yakin kalau kita memang jodoh
Tuhan pasti pertumukan kita ber dua
Tapi walaupun kita bukan jodoh
Kita harus saling mengingat kan
Masa-masa indah dulu kita buat
Puisi Ke 114 : Desember Punya Cerita
Monica Sebentina
Ini bukan kisah
Mungkin ini adalah sejarah
Semua orang mencatatnya dalam tragedi
Mengingatnya dalam sebuah peristiwa
Mengenangnya dalam air mata
Siapa sangka akan terulang lagi
Mereka hanya mengira
Hari ini mungkin baik-baik saja
Mereka pergi
Mereka melangkahkan kaki dengan gembira
Mereka menjabat tangan Orang tuanya
Mereka memeluk dengan mesra Istri dan suaminya
Atau mungkin mereka Mencium kening anak-anaknya
Mau bertanya kepada siapa
Ketika mereka kembali bukan dengan nafasnya
Mau menyalahkan siapa jika ini terjadi pada mereka
Saat mereka pulang dengan kebisuannya
Dengan kebekuaan tubuhnya
Atau bahkan dengan kehancuran raganya
Ayah dan Ibunya menangis
Istri atau suami mengerang kesakitan hatinya
Anak anak memanggilnya
Tempat ini berkabung lagi
Tempat ini mengambil korbannya lagi
Sejarah ini terulang lagi
Hendak memenjarakan siapa atas peristiwa ini
Atau Mau minta pertanggungjawaban siapa perkara ini
Tidak ada yang bisa mengerti
Puisi Ke 115 : Dawai
Yosep Sopana
Orang-orang bersetubuh dengan lumrah
Memadu cumbu tanpa ragu,
Orang-orang mengalong saling gendong
Menabur cinta di bawah cahaya dan gulita
Sementara kita,
Masih berpagutan dengan belenggu
Termangu pada lugu yang malu
Dicaci oleh benci
Dimaki oleh iri
Dikuliti tanpa henti,
Si Cinta seakan sungkan tuk singgah pada lahunan
Karena mungkin Dia pun tahu,
Cicak-cicak masih bebanjar menyamar
Mata mata mereka berkeliaran pada tiap penjuru semesta
Memindai setiap pikuk
Mengintai setitik khilaf
Memitnah fitrah yang lemah,
Mata-mata mereka menjelma jadi kelangkang,
Membayang tiap rentang
Membilang lubang jalang
Tanpa menimang-nimang
Lalu apa yang harus kita lakukan Dinda,
Mestikah berpura-pura pada ijab?
Lalu siap bercumbu dengan nestapa
Ataukah berterusterang pada ilalang?
Lalu siap menadah benderang yang datang
Tapi, aku tak asanggup tuk menghadang
Karena hari masih siang, dan jalan masih panjang
Lagi pula, aku tak mampu menyuapimu dengan rempah mewah
Dan tak mungkin pula aku menyulap sepah jadi nafkah
Ataupun menadah,, rendah
Pada altar kecemasan
Si Cinta berdawai
semua akan indah pada waktunya
Puisi Ke 116 : Kebengisan Duniaku
Nadda Avnarama
Cerita ini belum sempat aku selesaikan
Pada tiap barisnyapun masih rumpang
Tapi seandainya Tuhan telah memanggilku kembali padanya
Tak ada cerita selain kenangan
Jiwa yang lama ini serasa pergi
Kasih yang ternoda ini serasa hanyut
Sering kali lagu duka kau dengarkan
Melambaikan aku pergi
Dengan wajah pucat pasi
Dan kain itu menyelimuti jasad ini
Segala rintihan dan tetesan munafik
Yang menyertai kepergianku
Kalian mengelak?
Apa yang kalian ingat saat aku ada?
Semerbak harum mawarpun kau hempas sendiri
Pedulikanku bukan hal yang penting bagimu
Apa aku terlalu bejat?
Atau kalian yang terlalu jahat?
Puisi Ke 117 : Ku Tak Ingin Duri Dalam Daging
Ilham Subhakti
Kau basuh lukaku, dihamparan ladang hatiku yang gersang
Cinta yang kau bawa terjamah didadaku kian dingin memenuhi ruang haiku
Sepi kubertaya pada malam
Bintang-bintang tebarkan cahaya emas kilaukan kasih yang didamba
kau hadir...
Kau datang ketika hatiku kian rapuh
Sketsa cinta berbingkai kasih telah hadir dihatiku, terpatri dalam genggaman janji seiya sekata
Bulan tetap dipagari bintang
Ucapan ikrar bertaut dihati, luruhkan rasa diseluruh raga diantara kami
Kau tersenyum, bola matamu pancarkan kasih yang erat memeluk impianku
Jangan lukai aku, kasihku tulus untukmu
Dalam helaan napasku tiap detiknya hadirmu kubawa kemana kupergi
Aku pernah dikhianati
Sakitnya melebihi rajaman seribu jarum
Setia yang kumiliki sepenuh hatiku tetap kan terjaga untukmu sampai rambutku memutih dan sampai kumati
Puisi Ke 118 : Sebuah Angan
Cindy Damayanti
Bayangkan
Bayangkan jika seseorang yang sangat kamu cintai pergi
Katakan
Katakan jika kamu sangat menyayanginya
Kejar
Kejar dia jika kamu tak ingin kehilangannya
Genggam
Genggam tangannya jika dia beranjak pergi
Yakinkan
Yakinkan dia jika kamu tak bisa hidup tanpanya
Peluk
Peluk dia jika dia merasa ketakutan
Hapus¡.hapus air matanya jika dia terluka
Dan tersenyumlah
Tersenyumlah jika dia merasakan kebahagiaan
Walau mungkin¡kebahagiaan itu bukan darimu
Puisi Ke 119 : Kenangan Pahit
Nuhari
Malam begitu gelap
Sunyi datang mendekap
Bingkai foto yang indah
Kian menambah derita
Mengapa saat itu
kau melepas jari ini
dari genggamanmu
Kau melepas tanganku
dar pelukanmu
Aku tak menyalahkan angin
yang menggugurkan dedaunan
Aku tak menyalahkan matahari
yang membuat bunga melayu
Dan aku tak menyalahkan cinta
yang dulu begitu indah
Aku menderita tanpa cinta
Tanpa cinta tak ada impian
Tanpa cinta tak ada kehidupan
Dan tanpa cinta tak ada kebahagiaan
Puisi Ke 120 : Hanya Figuran
Melati Anjar
Malam ini udara terasa hangat
Tapi, aku malah menggigil dengan hebatnya
Apalagi saat aku tau
Peran ku tak berguna dalam drama hidup mu
Aku lebih seperti pemain figuran
Tanpa adegan tanpa dialog
Daripada pemeran wanita
Pendamping pemeran pria utama
Hal yang sering kamu lupakan
Aku ini ada di setiap rangkaian kata
Yang selalu kamu ucap
Aku ini ada di setiap hela nafas
Yang kamu ambil
Meski aku hanya nomor sekian
Dari sekian banyak orang disekitar mu
Tapi aku juga ingin mengerjakan peran ku
Sesuai dengan status ku
Aku bukan malaikat
Setiap waktu ada disamping mu
Tau semua yang ada di hati mu
Kasih..
Ceritakan apa yang membuat mu layu
Ceritakan apa yang menjadikan mu semu
Ketahuilah..
Aku memang tak berarti
Tapi akan ku jadikan kamu berarti
Sadarilah..
Aku memang tak istimewa
Tapi akan ku jadikan kamu istimewa
Puisi Ke 121 : Datang dan Pergi
Desi Asih Purwanti
Kadang kau datang
Kadang kau pergi
Kadang kau ada
Kadang kau menghilang
Datang membawa duka
Pergi membawa tawa
Bisakah sedikit mengerti?
Bisakah untuk tetap tinggal?
Andai bisa bersama
Andai bisa bahagia
Andai bisa bica
Andai bisa marah
Mungkinkah kusalah menunggu?
Menunggu bintang yang tak pasti
Mungkinkah kusalah memilih?
Memilih tempat yang bukan untukku berumah
Untuk apa aku ada tapi kau tak pernah ada
Untuk apa aku bercerita tapi tak pernah kau dengar
Kau hanya datang saat kau mau
Kau akan pergi saat kau mau
Hanya datang dan pergi
Datang untuk sementara
Dan pergi untuk waktu yang lama
8. Puisi Putus Cinta
Dian Widyaningrum
Ingin aku mengakhiri
semua teka-teki rumit ini
yang aku buat sendiri dan bingung cara mengakhirinya
Ingin aku sudahi perih ini
perih yang kau beri tanpa kau sadari
perih yang membuatku hampir sekarat
dan hampir menjadi mayat
Ingin aku akhiri tapii aku malah berlari
ingin aku lupakan tapii aku malah mendekat
Cinta ini rumit,cinta ini sulit
Rumit jika hanya aku yang cinta
Dan sulit untuk kumenggapaimu
Aku bodoh !
masih saja mengharapkanmu
harapan semua yang selalu aku tunggu
Aku bodoh !
masih saja hidup dalam khayalan gilaku
masih saja percaya dengan mimpi mustahil itu
dan masih saja percaya, bahwa semua akan indah pada waktunya ...
Puisi Ke 123 : Inilah Takdir
Ayu Ningsih
Tatapan mata yang teduh
berikan rasa nyaman,tutur kata nan lembut,hadirkan kerinduan
tapi itu dulu,jauh sebelum Kau mengenal dia
Kini kau berubah menjadi seosok yang tak kukenal,sikapmu,perhatianmu,
semua telah berubah
sampai akhirnya kau ucapkan kata itu.
Kata yang membuat hatiku terasa sakit,
kata yang menyayat semua harapan,
menghancurkan semua mimpi yang telah ku bangun bersamamu.
Aku tahu ini sudahkehendak Tuhan
Iniadalah takdirku,
kau memang bukan untukku,dan aku percaya kita kanbahagia bersama takdir kita,
aku telah merelakanmu karena inilah takdir,
takdirku,
takdirmu,
takdir kita
Puisi Ke 124 : Kepergianmu
Riska Diah Mawarni
Ketika nafasku telah terhenti
ku berharap tak ada rasa dengki di antara kita
Dan jika langkahku tlah terhenti mengembara
Aku ingin melihat kau tersenyum padaku kembali
Seperti kau tersenyum pada bidadarimu
Yang kau kagumi selama ini
Dikau adalah permata yang tersimpan di hati
Yang selalu bersinar terang
Menerangi setiap hariku
Serta langkahmu yang begitu berarti untukku
Aku tak tau jika takkan melihat langkahmu kembali?
Mungkin ku telah terjebak dalam kegelapan yang tak kusadari
Jika kau menganggap ku berarti
ku ingin kau laksana langit
Meski sempat gelap terangnya dapat di hitung dalam keheningan malam
Jika ku melihat samudera
Ku selalu ingat begitu luasnya cintaku untukmu
Serta begitu sucinya sesuci tetesan air hujan
Yang selalu membuatku bahagia karena karunianya
Tapi apakah ku berarti untukmu?
Tak taulah terlihat bagai mimpi
Mimpi yang menyedihkan,,,,,,,,,,,,,,,,
Tapi mengapa sampai saat ini tak kau tunjukkan senyumu padaku?
Padahal dulu ku mengira hanya aku yang bisa membutmu tersenyum
Tapi itu salah,salah besar sebesar lukaku di hati
Tapi mengapa kau datang dan pergi begitu saja
Tidak kau lihatkah lubang di dadaku
Lubang yang hampir menembus seluruh hidupku
Yang akan hancur lebur bagai perasaanku
Tak taukah kau????
Puisi Ke 125 : Menyayangi Tanpa Memiliki
Hafidh Izzuddin
Kurasakan rintikan hujan yang jatuh menerpa kaca jendala
Kurasakan sampai ku tak menyangkau kau telah tiada
Hingga akhirnya, ku masih bisa merasakan hangatnya pelukmu
Namun kenyataan berkata lain..
Kini dirimu telah bersama dengan yang lain
Kau telah pergi, pergi jauh tinggalkan ku sendiri
Dan kau bahagia bersamanya
Hati ini merasakan sakit yang begitu mendalam
Jujur....Perih sangat hati ini,
Melihat kau bahagia dengan dirinya
Tapi apa boleh buat?
Aku hanya bisa terdiam..
Walaupun itu sakit, aku ikhlas
Karna melihatmu bahagia,adalah yang terpenting untukku
Tapi...
Yang lalu biarkan berlalu
Semua hal yang pernah kita lalui,anggaplah sebuah kenangan
Kenangan yang akan ku ingat sampai akhir hayatku
Aku berjanji akan selalu menjagamu walaupun hanya dari kejauhan
Dan aku selalu berdoa,agar kau selalu bahagia...
Puisi Ke 126 : Kepergian
Ananda Tri Oktavilia
Selepas kau pergi...
Aku merasakan gundah...
Dalam hatiku...
Hati ini terluka karna...
Kepergian mu...
Bayangan mu selalu menghantuiku...
Begitu banyak kenangan manis...
Yang harus aku lupakan...
Apakah ini bisa dinamakan cinta termanis??
Aku tidak dapat menemui cinta...
Sampai aku merasakan perpisahan...
Yang menyedihkan...
Dan mampu membuka hatiku...
Saat aku berbalik...
Ada kesedihan yang menyelimutiku...
Disini, di hatiku...
Saat kau pergi meninggalkan ku...
Aku terdiam dalam kebisingan kalbu...
Dengan harapan dan dia dalam hatiku...
Bahwa kepergianmu yang terbaik bagi ku...
Puisi Ke 127 : Dia Pelangi
Fadhila Afifah
Cuma seperti pelangi
Yang mengisi langit yang kosong
Langit yang mulanya hitam diselubungi petir guntur
Tapi muncul setelah semua itu menjadi polos
Hanya sebagai pelangi yang tak selamanya tampak
Walau tak selamanya ada tapi telah memberikan keindahan
Walaupun cuma sementara
Mulanya kita mengira akan saling satu
Tapi ternyata setelah tau
Kita memang tidak pernah ditakdirkan untuk bersatu
Bagai pelangi yang saling mengisi
Kita hanya saling mengisi waktu dengan bahagia
Tapi kita tau bahwa kita tak akan selamanya bahagia
Bahagia dengan pelangi
Selagi ada pelangi....
selagi ada waktu...
Selagi ada kebagiaan...
Kita mencoba saling bersatu
Walau hanya sementara :')
Puisi Ke 128 : Sudut Perasaanku
Ilham Subhakti
Mestinya hatiku bisa berteduh dihatimu
Kedua belah matamu tak mampu melihat hadirku dan kedua belah tanganmu tak mampu menggapai diriku
Aku adalah sosok gelap dirimu
Butiran harapan yang ada dihatiku kandas terbawa arus asmara yang aku ciptakan sendiri
Walau arti cintamu kuharap...
Kasihmu kudamba...
Tiap jengkal waktuku, aku merasakan hadirku hanyalah ilustrasi bagimu
Kau tak merasakan apa yang aku rasakan
Kekosongan demi kekosongan terpancar diwajahmu bak embun pagi yang kian sirna meninggalkan hari
Aku terlampau jauh berharap
Mimpi-mimpi yang kubangun untukmu tak sedikitpun mampu membuka hatimu
Aku tak mengerti aku
Aku tak tau tentang perasaanku
Getaran cinta yang ada dihatiku
Sesungguhnya bukan cinta semu yang kurasakan
Jika memang ini mimpi, kembalikanlah aku kedalam alam sadarku
Aku tak mampu terus berharap dan berharap hingga jiwaku terbang terbawa angin
Puisi Ke 129 : Iklaskah Kamu
Ront De Anna
Masa berlalu pergi
meninggalkan hari yang lalu
kadang aku merasa
Ikhlaskah kamu pada diriku
Adakah aku ini cuma
tempat untukmu berteduh
dikala sepi melandamu
dikala mendung dalam hatimu
Sesungguhnya aku inginkan
kepastian yang nyata darimu
Sesungguhnya aku inginkan
kasih sayang darimu
yang mampu membuatkan diriku
khayal hingga akhir hayatku
Bukan cinta kosong yang ku mahu
Bukan cinta palsu yang ku mahu
Bukan sayang dusta yang ku mahu
Bukan sayang saja yang ku mahu
Ku mahu dirimu disampingku untuk selamanya
Aku berharap kamu sedar
betapa aku amat mencintaimu
aku berharap kamu sedar
luka cinta itu lebih sakit
dari luka dihiris sembilu
Jujurlah padaku honey.
Puisi Ke 130 : Kerapuhanku
Cindy Damayanti
Kini cahayaku mulai padam..
Hangatnya dekapanmu kini hilang..
Kau bagaikan pasir yang tak bisa lenyap..
Tapi aku seperti batu yang telah rapuh..
Lindungi aku pasirku¡
Lindungi aku dengan kelembutanmu..
Jangan membuatku semakin rapuh
Tanpa kehadiranmu..
Dan jika suatu saat nanti
Aku telah rapuh
Hingga menjadi butiran debu
Angin akan meniupku
Dan membawaku pergi jauh
Mungkin disaat itulah kau akan merindukanku
Puisi Ke 131 : Lembaran Biru
Ayun Farichamida
Ku buka memori tahun lalu
Terukir indah kisah tercipta di setiap hela nafasku
Aroma pelita bak setangkai mawar
Percikan asmara meraba jiwa yang sepi
Warna warni mengelabui hatiku
Namun badai terlalu cepat menghadang
Tak mampu menahan kepahitan jiwa
Pada waktunya kisah itu musnah pula
Biarlah aku pergi jauh darimu
Membawa kenangan yang pernah terukir dalam balutan pedih
Demi nama yang pernah singgah di hati ku
Ku ucapkan selamat tinggal masa laluku
Kan ku sambut kembali hari nan cerah
Membuka lembaran biru jauh dari masa lalu
Menata kembali ruang di setiap sudut hatiku
Sembari membuka senyum yang pernah memudar
Kelak menyambut datangnya cerita baru
Tentang persinggahan rasa yang di dera jiwa
9. Puisi Cinta Rindu
Puisi Ke 132 : Rindu itu
Liyana
Rindu itu, terbelenggu
Terselubung diantara pohon randu
Terukir pada satu kalbu
Disini, dipuncak lawu
Aku merindukan mu
Rindu itu.
Hilang entah kemana
Terbang diterjang badai nestapa
Membuat pernapasan ku sesak melanda
Rindu itu, bergemuruh
Datang saat kau jauh
Hingga ku terjatuh
Luluh runtuh
Hingga serat hati menjadi utuh
Membuat persendian ku runtuh
Puisi Ke 132 : Rindu
Ratri Widianti
Rinduku itu kamu
kamu yang merasa dan dirasa
tak perlu diucapkan
tak usah diungkapkan
Rinduku itu kamu
cukup dimengerti
mohon dipahami
lewat segenap rasamu
Rinduku itu kamu
aliri jiwaku dengan kasihmu
sejukkan hatiku dengan untain keindahanmu
kasih aku rindu
Puisi Ke 133 : Sayap Cinta
Erina Damayanti
Saat ini aku merindukanmu
Walau kutau, kau tak merindukanku..
Lelah hati memikirkanmu
Meski ku tau, cinta mu telah mati untukku
Aku setia menunggumu
Tapi apa balasanmu?
Kau katakan kau sayang padanya!
Ku coba menahan semua ini..
Demi kau hatiku terluka
sakit..sakit..rasanyaa
Aku memohon pada allah, datangkan sayap cinta untukku..
Agar ku bisa terbang..
Meninggalkan kesedihan ini.
Puisi Ke 134 : Kekasihku
Merry Dwi Pradhini
Kasih . . .
Aku memang tak sempurna
Aku memang bukan yang terbaik
Tapi dengan hadirnya dirimu
Menjadikan hidup ini terasa sempurna
Dan diriku pun berusaha jadi yang terbaik untukmu
Kasih . . .
Aku hanya manusia biasa
Tapi cinta ku padamu sungguh luar biasa
Aku memang manusia yang lemah
Tapi bersamamu aku menjadi manusia yang tegar dan kuat
Kasih . . .
Kau melengkapi kekurangan hidup ku selama ini
Kau membawa warna dalam hidupku
Kau tebarkan benih kebahagiaan dihati dan jiwa ini
Kasih . . .
Tetaplah di sampingku
Tetaplah bersamaku
Tetaplah mendampingiku
Hingga aku tak lagi mampu tuk menjagamu
Tuhan . .
Sampaikan padanya
Bahwa hanya dia yang ku cinta
Bahwa hanya dia yang ada di hati ini
Ku titipkan salam rindu ini untuk dia kekasihku
Puisi Ke 135 : Sendiri
Komarudin
Lihat langit
Sudah berkali-kali menghantar tangisnya
Menghapus sajak yg ku tulis diatas pasir
Hanya tersisa rembasan yg hilang
Mengubur diri entah sampai kepadanya atau tenang
Sudah bosan
Bintang temani bulan
Satu hari ingin mendampingi matahari
Tentang ego dan kesepian
Untuk tertinggal diantara senja
Hanya mengerti
Tanpa dipahami
Saat aku nanti takkan kembali
Menyentuhnya lagi
Melihatnya tanpa kuberjalan kebelakang
Tak mengerti
Hanya aku yg mengerti
Saat kurindukan lagi
Sampai tubuh ini mati sudah
Tak berdaya diperaduan
Puisi Ke 136 : Kerinduan Menyepi
Muhlis Adi Putra
Dukana insan murni menyepi
Dukana membran cinta tak jadi
Dukana ajal jiwa di ujung duri
Adlibitum mengubah gipsi asmara
Saat prematur terucap rindu
Melemah cinta sembilu ambivalen
Dikebiri angin menghilir awan tak hujan
Menyiram rasa melontar kejutan
Oh Berhamburan menepi ketempat aman
Oh bercengkrama dengan kehampaan
tuhan bawakan cintanya untukku
Harna aku meridukan dia
Sebab tak pernah ku temukan lagi
Semua menjadi tak berarti karna sang bulan beranjak pergi
Hujan dibulan juli kini telah terjadi
Dipepet ketidaknyataan persepsi
Di sokong oleh pernyataan keetidaksesuaian janji.
Puisi Ke 137 : Senandung Rindu 3
Leo Christianto
Jika aku mati
Jangan bersedih kekasihku
Ketahuilah cintaku tak pernah mati
Di batu nisanku, cintamu seakan terpatri
Jika engkau bersedih
Bersedihlah untuk dirimu
Karena kerinduan begitu menyiksamu
Di peraduanku, cintamu seakan terpaku
Jika kita bertemu lagi
Maka berbahagialah kita
Karena satu satunya jalan pulangku
Adalah di taman Surga bersamamu
Puisi Ke 138 : Senandung Rindu
Leo Christianto
Jika suatu hari hembusan angin menyapu rambutmu
Ketahuilah bahwa itu adalah aku yang sedang membelaimu
Jika ia menerpa wajahmu
Maka dengarkanlah
Suara angin yang membawa ruh ku kepadamu
Jika suatu hari kerinduan menyiksamu
Maka dengarkanlah suara tetesan hujan
Karena setiap tetesannya
Adalah lirih suara air mataku
Tanpamu aku tersiksa
Maka dengarkanlah wahai sayangku
Bagiku kau laksana keindahan taman surga
Bagiku kau adalah segalanya di dunia
Puisi Ke 139 : Rinduku Dalam Untaian Kata
Handry Lumban Purba
Aku ingat lagi sayang..
Bila ada wanita yang aku cinta..
Lalu dia menghilang terbakar cahaya siang..
Aku ingat lagi cinta..
Jika terdapat perempuan yang tersayang..
Kemudian dia lenyap ditelan malam..
Lantas siapa kamu?
Yang pernah mendamaikan aku..
Dalam kemelut siang dan malam..
Siapakah kamu?
Yang tidak sebentar dalam hidupku..
Dan kini jejakmu membekas terlalu jelas..
Mungkinkah engkau sang Dewi?
Ataukah engkau sang putri?
Yang kedatanganmu tengah aku nantikan..
Yang kehadiranmu aku dambakan...
Tolong bunuh kerinduan ini..
Temukan aku dengan dirimu dalam sebuah kenyataan..
Rinduku dalam untaian kata..
Akan panjang tak termakan zaman..
Hingga engkau memelukku dalam kedamaian...
Puisi Ke 140 : Semua Tentangmu
Tria Novia
Bisikan angin malam
Kerinduan yang terasa mencekam
Itu karena mu
Karena Waktu yang tlah lama tak mempertemukan kita
Sapaan pagi yang indah
Senyum manis yang menawan
Semua itu adalah milikmu
Raut mukamu yang misterius
Canda tawa yang khas darimu
Itu semua adalah keistimewaanmu
Hari-hariku yang indah
Juga hari-hariku yang penuh cerita
Itu semua juga karena mu
Lalu,goresan demi goresan tinta ini pun
Juga ikut menulis semuanya
Semua tentang dirimu
Tentang Candamu
Tentang semua keistimewaanmu
Juga tentang perasaan ini padamu
Mungkin goresan tinta inipun sengaja kubuat
Karena aku ingin mengenang semua
Mengenang semua tentangmu
Puisi Ke 141 : Penantian
Ria Tirta Nurhasanah
Aku akan selalu menantimu disini
Walau engkau jauh disana
Aku disini gelisah,
cemas,kawatir dengan keadaanmu
Walau engkau jauh
aku akan selalu mencintaimu
menyayangimu
sampai akhir hayat ini
Aku akan menunggu mu
dan aku akan menantimu disini
aku mencintaimu
aku menyayangimu
Puisi Ke 142 : Rindu Ini Ada Namamu Tertulis Indah
Alex FB
Juga kamu yang senantiasa
cantik di pelataran hati
pernah memikat liar anganku.
Lalu hati ini sementara
limbung dengan getar merebak
karam di badai nestapa
merindu...
Jika hati pun meneduh
mengurai maknanya diantara kita
hanya ini yang tersisa...
Rindu Ini Ada Namamu Tertulis Indah
Puisi Ke 143 : Rinduku Hari Ini
Winda Elvina
Pulang kembali
Menapaki setapak yang kini semak
Disitukah kau kekasih
Dibalik rimbun ilalang..yang meninggi
Begitu yakin aku pada hati
Pada cinta yanbg selalu ada
Pada detik yang masih tersisa
Jangan lepas genggamku
Saat nanti kutiba
Rinduku dan rindu kita
Rasa itu selalu kujaga
Puisi Ke 144 : Benih Rindu Cintaku
Isrok A.P.F
Ku tabur benih benih rindu setiap hari nya
Saat ini rindu ku akan tumbuh
Seakan aku pergi untuk mengetahuinya
Tak semua benih yang ku tanam tumbuh dengan semestinya
Tapi ku tahu itu adalah sesuatu yang biasa
Sebab jika ku permasalahkan menjadi hal yang luar biasa
Aku tak mahu seperti itu
Hati ini seakan menangis jika buah benih hilang tak ada temu
Tak pernah ku anggap aku ini siapa
Yang ku pikirkan hanya aku dalam benih rinduku
Semoga rinduku tumbuh dan berbuah di tempat yang semestinya
Aku tak tahu bahwa tempat itu telah terisi
Dan aku tak ingin tahu hal itu
Apabila kau tahu tentangku
Ku ingin kau mengerti apa tujuan ku
SALAM RINDU
Semoga rindu ini akan slalu baik untukku
Puisi Ke 145 : Lagu Rindu
Prass Ngawi
Kala malam datang lagi
saat hujan membasahi
membangkitkan rinduku
ho..o..
Dalam penantian ini
dalam kesepian ini
gelisah menghantui
diriku...
Seperti bintang tertutup awan
yang tak mampu bersinar
Itulah aku tanpa dirimu
lumpuhkan jiwa
Kutuliskan lagu terindah untukmu
tentang rindu ini...
Kucoba bertahan untuk slalu setia
sampai kau kembali untukku ..
Puisi Ke 146 : Menunggumu
Azami
Setiap malam kumengingat pesanmu...
setiap petang kumimpikan wajahmu...
setiap pagi kufikirkan kabarmu,,
dan setiap siang ku rindukan menyapamu...
namun semuanya tertahankan akan statusmu...
namun semuanya terelakan karena berpalingmu..
dan semua terasa mustahil karena tak ada kejujuranmu..
Tapi aku masih mampu..
mamapu senyum diatas berpalingmu..
mampu tegar berdiri diatas beling beling cintaku..
yang kau pecahkan berkeping keping karenamu
mampu kuasa diatas hancurnya harapanku..
karena kau tak berpihak padaku..
dan mampu menantikan namaku kau sebut..
disaat kau butuh akan diriku...
Sungguh...
aku akan selalu menunggu itu..
menunggumu berpihak padaku..
menunggumu memberikan hatimu sebagai ganti hatiku yg kau hancurkan
dan menunggu kau melihatku...
dan katakan Aku cintaimu karena Allah...
dan ketika itupun kurelakan menukarkan tulang rusukmu dengna tulang punggungku..
Apa kau tau?
Sungguh Bahtera yg suci selalu terbayang
diantara sikapmu dan sikapku...
diantara jauhmu dan dekatku..
diantara tempatmu dan tempatku..
diantara semua yang kau lihat antara aku dengan mereka..
sungguh aku menunjukmu..
sebagai pendamping hidupku..
sebagai orang yang selalu bersamaku...
Sampai ajal menjemputku.
10. Puisi Cinta Pendek
10. Puisi Cinta Pendek
google images |
Puisi Ke 147 : Senyumanmu
Senyumanmu...
Adalah detik jarum jam bagiku
Terasa singkat, seepat angin berlalu
Menjadikan dering bel sekolah
Bagai lantunan melodi rindu
Puisi Ke 148 : Puisi Cinta Untukmu
Ketika itu dirimu yang disana
Tak dapat ku raih dengan tanganku
Namun banyangmu yang hadir dalam khayalan
Selalu dapat kusentuh dengan ingatanku
Puisi Ke 149 : Rindu Padamu
Aku rindu mendekatkan kepalaku ke dadamu
Supaya mendengar detak jantungmu yang kucintai itu
Rindu rentang lengan kokohmu
Rindu rengkuhan tangan
Yang membuatku nyaman
Dan merasa aman bersamamu
Puisi Ke 150 : Bidadari
Jauh aku mencari sebuah harapan
Hingga batas kehidupan ku arungi
Namun tak kusangkan
Jika harapan itu kini ada dihadapanku
Engkau laksana bidadari cantik
Yang tuhan berikan kepadaku
Puisi Ke 151 : Senja
Rasanya tak asing ditelinga
Selalu diagungkan keindahannya
Selalu dipuja setiap puisi
Aku, salah satu yang terpikat dengannya
Seperti hanya dirimu
Yang membuatku jatuh cinta
Puisi Ke 152 : Mencintaimu dengan sederhana
Seperti kata yang tak sempat diucapkan
Seperti kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,,,
Seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Puisi Ke 153 : Ulang tahun manis untukmu
Sebuah harapan
Semoga banyak kebahagiaan di ulang tahun ini
Memenuhi hingga hari berganti
Berharap semua harapan menjadi nyata
Dan kue ulang tahunmu semanis dirimu
Sumber : Puisi Cinta
Nah, itulah kumpulan puisi cinta lengkap yang romantis. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk membaca artikel puisi lainnya seperti puisi perpisahan, puisi ibu, puisi islami dan masih banyak lagi.
Nah, itulah kumpulan puisi cinta lengkap yang romantis. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk membaca artikel puisi lainnya seperti puisi perpisahan, puisi ibu, puisi islami dan masih banyak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar